Monday, December 5, 2011

Tour ZhangJiaJie+Guizhou, bagian kedua: The Ten Miles Art Gallery.




Bagin kedua : The Ten Miles Art Gallery.


ZhangJiaJie (baca: cangciacie), wilayah seukuran kabupaten ini berada sekitar 265 km
barat laut Changsa ibukota propinsi Hunan yang jauhnya ribuan kilometer dari pantai.
Kalau dilihat dipeta berada sekitar koordinat 30 derajat lintang utara (Sabang 6 derajat
lintang utara) dan 110 derajat bujur timur (wilayah Indonesia antara 95 -141 bujur timur).
Dalam arah barat timur lokasi ZhangJiaJie sejajar dengan kota Lhasa, Kairo, Houston,
dan sedikit dibawah Shanghai, kalau posisi utara selatan persis diutara kota Padang.

Kawasan hutan taman nasional ini dijaman purba merupakan dasar laut yang terangkat,
akibat proses erosi jutaan tahun terbentuklah 3000-an pilar/menara batu raksasa yang
menjulang tinggi seperti gedung bertingkat yang ditumbuhi pepohonan, banyak yang
tingginya sekitar 200-an meter, malah ada yang sampai 800-an meter.

Selain terdapat hutan yang menyembunyikan sekitar 40 gua penuh stalaktit/stalakmit,
disana sini terdapat lembah dan aliran sungai kecil, serta kolam dan danau.
Karena unik dan cantiknya maka hutan taman nasional Zhangjiajie dimasukkan dalam
The World Natural Heritage Catalogue UNESCO pada 1992.

Hari pertama di kawasan ZhangJiaJie kami menuju Wulingyuan Scenic Area yang
menjadi China's First National Forest Park pada tahun 1983,
Berbeda dengan wilayah China yang lain, WuLingYuan yang terletak nyaris di sentral
daratan China yang luas dimasa lampau lokasinya terlampau jauh dan sulit terjangkau
sehingga tidak mempunyai sejarah panjang dihuni manusia, barulah sejak negara
komunis China berdiri orang mulai berdatangan.

Setelah sekitar 50 menit berkendara dari hotel, kami tiba di gerbang kawasan
Wulingyuan Scenic Area, antri masuk dalam suhu nyaman sekitar 17 derajat C.
Pemeriksaan tiket masuk canggih sekali, tidak cukup tiket diperiksa tapi sidik jari
diambil dengan cara menempelkan ibu jari ke alat pemindai.
Rupanya karena tiket terusan bisa dipakai seharian keluar masuk kawasan maka
harus dipindai sidik jari agar tiket nya tidak bisa dipakai orang lain.

Kini didepan kami tampak lapangan parkir bus yang luas dengan banyak sekali bus
shuttle berwarna merah ungu, antrian tertib kebetulan tidak banyak turis dan saya
perhatikan tidak ada satupun turis kulit putih.
Berbeda sekali dengan antri bus di tahun 2004 yang berantakan, saat itu sampai
ada turis lokal yang tonjok2an saat berebut naik ke bus yang lama datangnya.

Bus ngebut mendaki dan sepanjang perjalanan tampak hutan cukup lebat, sampai
ke stasiun kereta listrik mini, yg membawa kami menelusuri Ten Miles Art Gallery.
Dinamai demikian karena sepanjang perjalanan naik kereta itu menelusuri lembah
tampaklah dikejauhan dikiri jalan aneka pilar raksasa daribatu pasir yang bukan
saja tinggi2 tapi juga seakan aneka bentuk manusia atau hewan.

Sekitar 20 menit tibalah diujung perjalanan, kami turun dan melihat pemandangan
sekitar yang sungguh menakjubkan.
Disana sini tampak puncak gunung runcing-runcing dan pilar batu yang bersaf-saf
sampai jauh cantik sekali dan yang paling menarik adalah Three Sisters - tiga pilar
batu raksasa yang berderet mirip sekali manusia.
Beruntung sekali kali ini walau langit mendung tapi tidak turun hujan kabut seperti
yang kami alami di tahun 2004.

Berikutnya kembali ke kota WulingYuan, setelah makan siang diajak ke toko obat,
diawali dengan ramai2 duduk santai, lalu masuklah anak2 gadis membawa baskom
isi air yang panas ngebul, berisi obat katanya.
Kaki direndam dan dipijat sambil mereka ngoceh tentang aneka obat, tapi sayang
karena itu hari pertama perjalanan mungkin masih pada sehat tidak ada yang beli.
Eh kaki saya malah jadi kerasa sakit akibat dipijat tadi, barangkali sengaja dipijat
keras supaya beli obatnya hehe.

2 comments: