Friday, December 9, 2011

Tour ZhangJiaJie+Guizhou, bagian ke-5/b : Lanjutan Mengunjungi sekaligus "four wonders" di TianMenShan.





Bagian ke 5-b : Lanjutan.


Usai menelusuri jalan penuh bonsai itu kami kembali ke stasiun cable car dan
kini naik gondola lagi untuk turun/menuju ke stasiun tengah.
Dari stasiun tengah kami antri bus shuttle yang akan membawa kami naik
kearah TianMen Cave. Beberapa teman berebut tempat duduk yang strategis,
soalnya bus akan menelusuri Avenue leading to the sky/Avenue toward heaven
yang belokannya aduhai banyaknya, mereka khawatir tidak kuat/mabuk.
Untunglah tidak ada yang mabuk, malah sepanjang jalan kami asyik mengikuti
kelokan2 yang tidak habis2nya sepanjang tebing gunung yang sangat curam,
dengan pemandangan indah kearah bawah gunung.

Turun di tempat tujuan, tampak didepan kami tangga batu lebar yang menjulur
keatas panjang sekali menjulang kelangit, bermuara ke sebuah lubang besar
dipuncak gunung, seakan sebuah pintu gerbang raksasa berukuran lebar 30
meter dan tinggi 150 meter, itulah Heaven's Gate yang menjadi tujuan utama
perjalanan kami.
Anak tangga-nya dibuat 999 buah karena angka 9 adalah angka tertinggi dalam
kepercayaan China, sehingga melambangkan eternal/forever life.

Saat itu sudah jam 16.30, ternyata cable car akan berhenti beroperasi jam 18.00,
maka kami hanya diberikan waktu sampai jam 17.15 saja untuk menyelesaikan
seluruh pendakian.
Waduh, bayangkan saja hanya dikasih waktu 45 menit untuk pendakian segitu
beratnya, tapi tidak buang waktu segera saja kami mulai mendaki.
Ternyata dari 29 teman hanya 8 orang mendaki, rupanya melihat tangga dengan
sudut curam itu mereka patah hati dan lebih memilih menunggu di cafetaria.

Betul saja, entah berapa kali kami harus stop untuk memulihkan nafas yang
saya pikir bener dah ini cocok banget dengan istilah " nafas mau putus" atau
"jantung mau copot".
Untuk pertama kalinya pula saya dalam hidup merasakan dengkul gemetar
tidak bisa ditahan akibat saking lelahnya.
Saat jeda mendaki tentu dipergunakan untuk berbalik melihat kebawah tangga,
tampak dikejauhan jalan kelok 99 yang mengular cantik sekali.
Saat itu banyak juga pengunjung lainnya, dengan beraneka gaya pendakian,
ada yang berpegangan ke tepian tangga, ada pula yang pakai gaya merayap .

Sekian kali saya kehabisan nafas dan tenaga, tapi rasa penasaran membuat
terus bertahan, sempat tebersit pikiran wah bisa2 bahaya nih, alih2 mencapai
Heaven's Gate - bisa beneran masuk kedalamnya dan nggak balik lagi hehe.

Akhirnya setelah 30 menit setengah ngebut mendaki itu istri saya jadi orang
pertama yang berhasil menapakkan kaki di anak tangga ke 999 dan kini kami
berada di dasar dari gerbang raksasa yang memang cukup lebar dan tinggi,
ada tempat sembahyang dan berbagai patung disana.
Sempat membayangkan bagaimana dulu ada pesawat akrobatik yang terbang
melintasi lubang itu, foto akrobatik dahsyat itulah yang memprovokasi kami
untuk mengadakan perjalanan kesana.

Konon TianMen cave ini mempunya dua keajaiban, pertama ada air memancar
dari salah satu dindingnya padahal tidak ada sumber air disana.
Yang kedua adalah penduduk setempat merasa TianMen cave diam2 berputar
dalam arah utara ke barat laut, terbukti kalau dimasa lampau TianMen cave
bisa dilihat dari kota ZhangJiaJie, kini tidak lagi.

Saat menuruni tangga ternyata tidak mudah sebab anak tangganya sempit2,
dengan lebar hanya 20 cm dan tinggi 15 cm kalau tidak hati2 bisa tergelincir.
Untunglah tidak hujan, karena pasti sangat sulit melakukan pendakian apalagi
menuruni tangga curam itu.

Telat 5 menit dari waktu yang diberikan kami berdua tiba di dasar tangga, eh
saat mencari toilet adanya di basement yg harus dua kali turun naik tangga -
gemeteran lagi dah kaki saya yang baru saja pulih.

Sekitar jam 18.20 barulah kami tiba lagi stasiun bawah, cuaca sudah gelap
tapi purnama penuh sekali, lelah banget tapi lega sekali sudah berhasil naik
mencapai TianMen Cave yang unik itu.

5 comments:

  1. pak Sindhi dan bu Djuwita harus dapat penghargaan nih, bisa kuat mendaki sampai atas ... hebat semangat dan staminanya ...

    ReplyDelete
  2. bu Lisa, ternyata pak Bruriadi Kusuma, 76 thn, penjelajah
    168 negara juga nyampe kesana lho, fotonya yang saya
    jepret saat beliau hampir sampai keatas ada disalah satu
    foto yangs aya upload disini.

    ReplyDelete