Saturday, April 24, 2010

Kebetulan oh Kebetulan.




Kata SVT terdengar enak ditelinga, tapi bagi orang yang mengalami kondisi
Supra Ventricular Tachycardia ini sungguh jauh dari enak.
Bayangkan saja jantung yang normalnya berdenyut 60 - 80 kali/menit bisa
secara mendadak melonjak menjadi hampir 200 kali/menit.
Akibat jantung debar-debar cepat sekali nggak keruan itu maka orangnya
menjadi lemas, pusing dan cemas/gelisah sampai sesak nafas.
Biasanya dengan meminum obat tertentu kondisi ini bisa diatasi, kalau tidak -
harus dibawa ke Rumah Sakit untuk diberikan obat intra vena.

Rupanya didalam jantung orang tersebut ada jalur elektrik tambahan yang
kalau "korslet" membuat jantungnya mendadak gedebak-gedebuk gitu.
Tindakan terbaik menuntaskannya adalah dengan "menembak/membakar"
si jalur jahat itu.
Tindakan ablatio ini tentu bukan tanpa risiko, kateter yang dimasukkan dari
lipat paha sampai ke jantung tentu bisa melukai jantung kalau operatornya
ceroboh atau kurang trampil.
Bisa pula terjadi salah tembak/ meleset yang menyebabkan si Jantung
malah berhenti total sehingga harus pakai alat pacu jantung seumur hidup.

Kondisi SVT ini dialami istri saya sejak 30 tahun yang lalu, selama ini dia
bertahan tidak berani di ablatio, tapi serangan SVT nya makin lama makin
sering kadang-kadang muncul dua kali dalam sehari.

Akhirnya diputuskan akan di ablatio saja di Singapore, tapi ada persoalan
yaitu keharusan stop obat jantung paling tidak tiga hari sebelum tindakan.
Karena didalam ruang operasi, jantung justru akan dirangsang supaya timbul
serangan SVT dan dengan alat mapping yang canggih akan bisa terlihat/
ketemu mana jalur yang bikin ulah itu - lalu ditembak.
Kalau masih ada sisa obat dalam darahnya, maka akan sulit di trigger.

Berarti kalau tadinya rencana datang ke Singaporenya hanya pada hari H,
maka harus minimal tiga hari sebelumnya, istri saya keberatan - dia tidak
mau berada disana selama itu.

Dalam kebimbangan, suatu pagi kumat SVT nya dan berkepanjangan.
Tidak biasanya istri saya kali ini minta dibawa ke RSU Tangerang dan
kebetulan bertemu Dr. Hardja Priatna SpJP cardiolog di RSU itu.
Terjadilah perbincangan sampai soal keberatan berobat ke Singapore itu.
Mendengar itu Dr.Hardja menyarankan untuk ke RS Jantung Binawaluya
(BCC = Binawaluya Cardiac Center), untuk konsultasi ke Dr.M.Munawar
seorang ahli jantung senior yang dikatakan oleh Dr.Hardja sebagai :
One of the Best in the World dalam urusan penanganan masalah elektrik
jantung seperti itu.

Beberapa hari kemudian di BCC yang terletak di Jl. TB Simatupang 71
Jakarta Timur - bertemulah kami dengan Dr.Munawar.
Beliau dengan profesional dan sabar menjelaskan antara lain bahwa:
peralatan ablatio di RS Binawaluya adalah yang tercanggih di kelasnya,
malah tersedia satu alat lagi yang bisa memetakan 3 Dimensi - di Asia
alat ini baru ada di tiga negara saja.
Soal jam terbang memang tidak diragukan lagi, beliau sudah menangani
lebih dari 2000-an kasus ini.

Setelah meninjau ruangan perawatan RS berlantai empat yang terlihat
bersih ini maka istri saya setuju di ablasi pada pagi hari tanggal 22 April.
Untuk itu tanggal 21 April sore harus sudah masuk perawatan, dan juga
sekitar lima hari sebelumnya harus tidak minum obat jantung.

Dengan seksama istri saya mempersiapkan diri, termasuk lepas obat
jantung dan dengan harap-harap cemas mudah-mudahan tidak timbul
SVT lagi sebelum hari H, yang bisa mengacaukan rencana ablasi itu.

Tibalah hari Rabu 21 April, rencana akan masuk BCC jam 17.00,
tapi mendadak jam 13 timbul SVT sehingga langsung berangkat dan
terpaksa masuk ke UGD BCC untuk penanganan SVT itu.
Dengan sigap ditangani dan setelah mendapat suntikan obat short-
acting maka SVT reda. Sengaja dipilih obat short-acting agar esok
paginya sudah bersih dari dalam darah dan ablasi bisa dilaksanakan .

Didalam UGD saat itu ada seorang pasien lain, bernama ibu Eva -
yang juga rupanya mendadak datang karena ada keluhan dan akan
dirawat bertetangga-kamar dengan istri saya.
Sempat ngobrol-ngobrol dan ibu Eva berjanji akan lanjut ngobrolnya
di ruang perawatan nanti.

Kamis pagi sesuai rencana tindakan ablatio dilakukan, tidak sampai
dua jam Dr.Munawar sudah keluar lagi dari kamar operasi dengan
penuh senyum menyampaikan ablasi sudah dilakukan dan sukses.

Jumat pagi beliau visit ke kamar dan memperbolehkan pulang, segera
kami menilpon bagian adminstrasi untuk menyiapkan tagihan-nya.

Saat kami beres-beres dikamar itu - mendadak masuklah ibu Eva,
rupanya karena sama-sama sibuk maka selama dua hari itu tidak
sempat bertemu walau kamar kami letaknya berdekatan sekali.

Beliau cerita-cerita macam-macam tentang prosedur Cath yang sudah
dijalaninya, sampai bilang bahwa ia mempergunakan kartu Askes.
Hampir berbareng saya dan istri bilang lha ini kan RS swasta, mana
bisa pakai kartu Askes !.
Si ibu ngotot bisa, pasti bisa katanya karena dia kan sudah ajukan.

Saya menuju kantor administrasi dengan tanda tanya besar, kalau
pun iya biasanya klaim harus diajukan paling lambat dua kali 24 jam.
Saat itu sudah hari kedua, dan biasanya harus lengkap surat2nya,
mulai dari surat rujukan, persetujuan Puskesmas segala macam.
Sedangkan ini hari Jumat, apakah keburu bikin surat macam2 itu,
jauh di Tangerang lagi.

Ternyata memang betul bisa menerima klaim Askes, dan sodara2
rupanya karena kebetulan istri saya masuknya mendadak via UGD
maka tidak diperlukan lagi segala macam surat, cukup kartu Askes !
Saya tentu tidak bawa kartu itu, untung si petugas bersedia menunggu
sampai siang, dengan catatan pasien tidak boleh keluar dulu.
Dipesan bahwa kalau ketemu segeralah di fax agar tidak telat.

Segeralah saya ngebut ke Tangerang, kebetulan juga jalan raya
Serpong yang biasanya macet - kali ini lancar.
Dirumah langsung bongkar laci dan ketemulah kartu Askes istri saya,
segeralah di fax dan saya ngebut kembali ke BCC bawa kartu aslinya.

Kebetulan oh Kebetulan :
koq kebetulan istri saya minta dibawa ke RSU,
sehingga kebetulan ketemu Dr. Hardja,
kebetulan harus masuk UGD BCC, kebetulan juga ada ibu Eva disitu,
kebetulan si ibu ujug-ujug nongol dikamar kami hanya sesaat sebelum
kami pulang, kebetulan pula ngobrolnya koq sampai ke soal Askes.

Dan ternyata sodara-sodara :
berkat segudang kebetulan itu kami mendapat diskon hampir 60 %,
alias bayarnya hanya 40 % dari biaya yang semula harus saya bayar.


76 comments:

  1. Kebetulan yg beruntung Pak Sindhi...Jd lebih hemat deh drpd ke singapore kan perlu tiket, jd RS lebih mahal. Semoga Istri recovery nya cepat.

    ReplyDelete
  2. Iya Gis, koq bisa gitu yah - rentetan kebetulan2
    yang menuju ke hal yang meringankan sekali.

    biaya disini dg di Spore kira2 sama.

    Makasih, jantungnya sudah OK, tinggal proses
    penyembuhan luka kecil bekas masuknya
    beberapa kateter di lipat paha.

    ReplyDelete
  3. Kebetulan tentunya karena punya Good karma. Semoga beliau cepat pulih kembali.

    ReplyDelete
  4. Sukur deh pak prosesnya berjalan lancar. Salam buat ibu ya. Hmm, ada karaoke di ruang tunggu ya ? :D

    ReplyDelete
  5. semoga ibu cepat pulih ya dok. salam buat beliau.
    besok sya ke jkt, kita ngobrol nanti.

    ReplyDelete
  6. Wonderful betul... Hope all goes well.

    ReplyDelete
  7. bung Teddy van Sydney,

    thanks,

    ada sedikit cerita lain nih - tentang Prof HOK Tanzil,
    si Oom ini kan dijaman doeloe begitu berani kukurilingan
    keseluruh pelosok dunia, berdua saja dengan istrinya yang
    sama2 sudah tidak muda lagi, seringkali si Oom nyetir mobil
    padahal tidak sedikitpun ngerti soal mesin, dan kalau bawa
    camper bisa berani nginep di pinggir jalan sepi dimanapun.

    hal itu saya tanyakan ke si Oom, koq jadi orang berani banget !
    nah ada dua hal yang beliau sampaikan:

    pertama dia percaya bahwa jalan hidupnya seperti kaset,
    jadi sekali disetel tuh kaset - mau diapapin juga lagunya
    nggak bakal berubah, maka dia nggak pikirin dah karena
    misalnya kalau sudah waktunya kena bahaya ya kena juga .

    yang kedua, ada disalah satu bukunya, saya sampai selalu
    catat di agenda saya :
    "bila mengalami sesuatu yang kurang menyenangkan,
    kita tak tahu apa hikmahnya.
    pandangan hidup saya ini - Pasrah bila kita mengalami
    kesulitan, membuat saya selalu tenteram "

    asyik juga kan merenungkan pemikiran si Oom ini,

    ah sudah lama juga saya nggak nilpon 8194126 -
    si Oom ini selalu semangat kalau di tilpon, kalau siang
    selalu pergi dengan sopirnya makan diluar :))

    ReplyDelete
  8. bung Dipo,
    thanks,
    oh itu karaoke di Gading Serpong hehe,
    jadi untuk menghibur Mami nya yang baru lepas dari
    ketegangan menjalani proses masuk kamar operasi dll itu,
    Nuke mengajak ke karaoke disana, dia yang menyanyikan lagu2 -
    suaranya bagus maklum anggota BMS (Batavia Madrigal Singers).

    ReplyDelete
  9. bung Wandy,

    thanks,
    oh sudah balik dari Beijing ?
    OK pan kapan kita kopdar lagi

    ReplyDelete
  10. Yang penting semoga istri anda cepat sembuh.

    ReplyDelete
  11. dok....itu karena 'dibimbing Tuhan' , dok....

    ReplyDelete
  12. Alhamdulillah lancar dok, pake diskon lagi hehe, semoga ibu sehat selalu ya

    ReplyDelete
  13. semoga Ibu lekas sehat kembali ya Pak.. Memang pak, kalo saya juga percaya, kalo kita baik sama orang kita juga pasti dibaikin sama orang...

    ReplyDelete
  14. pernah kesini jenguk bude.. bersih dan wangi..

    ReplyDelete
  15. dokter munawar jadualnya selasa kamis jumat ya.. tak setiap hari gitu disana.. kaya dokter agus..

    ReplyDelete
  16. pulang dari rs langsung karaoke.. tak ikut menyanyi ibunya pak?

    ReplyDelete
  17. met siang pak,
    makasih, dan rupanya Askes sudah makin bagus
    bisa cover tindakan2 berat yg biayanya besar spt ini,
    dirumah sakit swasta juga termasuk rupanya.

    ReplyDelete
  18. percaya dengan kebetulan ya pak.. :D salam sehat selalu buat semua..

    ReplyDelete
  19. Semoga ibu cepat sembuh .
    Pa Sindhiarta, terima-kasih sudah sharing ceritanya karena banyak hal yang bermanfaat buat saya pribadi baik dari segi informasi medis maupun hikmah garis kehendak Tuhan atas kehidupan kita.
    Mau tanya : Pa Sindhiarta sdh ikut ASKES mulai tahun berapa ? Saya tertarik ingin mendalami ttg program ASKES ini , apa sdh terlambat ya kalau umurnya sdh 56 tahun ? Thank's.

    ReplyDelete
  20. wah, Pak Sindhi. TFS yah. semoga sehat selalu :))

    ReplyDelete
  21. Alhamdulillah lancar urusannya mas Sindhi. Salam untuk mbak Tjuwita, semoga cepat pulih kembali.

    ReplyDelete
  22. bukan cuman kebetulan kali Dok..semuanya dalam rencana Tuhan..cepat sembuh ya buat nyonya..:))

    ReplyDelete
  23. Oh yang ini bukan kebetulan, sesuai doa kita bersama, bahwa Tuhan YME telah melindungi dan menyembuhkan Dr. Djiwita, istri Dr. Sindhiarta, melalaui tangan dokter yang meng-ablationya, sehingga Dr. Djuwita dapat sembuh sehat, sehingga selanjutnya pasangan suami istri Dr. Sindhiarta dapat melanglang buana tanpa ragu akan serangan SVT, Amien. B. Kusuma.

    ReplyDelete
  24. Wikan, banyak terima kasih,
    jadi inget pak Ongkie Hananto yang setiap
    bangun pagi ber-ikrar akan memberikan senyum
    terhadap sedikitnya 20 orang dihari itu.

    ReplyDelete
  25. Tin, thanks ya,
    Alex mah kayaknya nggak punya FB hehe,
    di Karaoke yang nyanyi Nuke saja, paling
    sesekali Wimpie ikutan :)

    ReplyDelete
  26. betul nggak tiap hari,
    istri saya dulu juga Jumat kesana,
    dan jadwal kontrol juga Jumat dua minggu lagi

    ReplyDelete
  27. Thanks ya,
    waduh mulai tahun berapa ya ? dulu saya
    masuk jadi PNS tahun 80-an awal yang
    otomatis kan jadi peserta Askes - tapi saya
    lupa kapan program Askes itu mulainya.

    Setiap pegewai negeri sipil seperti saya dan
    istri pasti masuk Askes, kalau nggak salah
    sekarang juga ada program Askes swasta.

    umur 56 ?, nanti saya coba denger2 apakah
    program Askes swasta ada dan bisa.


    ReplyDelete
  28. Dear Desi van Iceland,
    wuah gimana kabarnya gunung berapi yang
    meletes disana, mudah2an sudah reda.
    Ini baru saja ada ajakan tour ke Iceland dan
    Grreenland saat libur Lebaran, entah jadi tidak
    tour kesana itu : )

    Thanks ya, salam kembali dari Tjuwita.

    ReplyDelete
  29. Makasih ya,
    eh gimana rencana jalan ke Scotland ?
    tetap jalan ? - sekalian aja ke Iceland,
    ada Desi tuh di Iceland - bisa tanya2
    situasi disana.

    ReplyDelete
  30. Wah, banyak berkatnya nih Om !! Selamat dan semoga tante cepat sembuh, sehingga bisa jalan2 sambil kulineran lagi,..

    ReplyDelete
  31. pak Kusuma yang baik,
    terima kasih banyak ya,
    saya besok saja ya memberikan ucapan selamat ultah
    yang ke 57 eh 75 hahaha.
    btw - DVD 75 tahun Broer Sang Pengelana sudah saya
    serahkan langsung ke tangan pak Bondan Jumat siang lalu.


    ReplyDelete
  32. Thanks ya, itu pulang dari BCC kami langsung
    merapat ke Kopitiam Oey Bintaro, istri saya kangen
    dengan Soto Tangkar pipi Sapi, dan kebetulan sekali
    pak Bondan Winarno dan Wasis Gunarto ada disana
    jadi sempat ngobrol2 cukup lama.

    ReplyDelete
  33. Cepat pulih untuk ibu Sindhi ... betul-betul kebetulan yang patut disyukuri ...

    ReplyDelete
  34. semoga Tante cepet pulih ya Om. GBU all

    ReplyDelete
  35. Semoga Nyonya segera sehat Doc. Saya juga mendengar banyak sekali cerita positif tentang dokter Munawar. Betul itu, beliau salah satu yang terbaik kalau sudah urusan "listrik" jantung

    ReplyDelete
  36. tengkiu, sudah banyak membaik luka bekas
    masuknya jarum/keteter yang masuk di kulit
    lipat paha dan dekat leher.

    ReplyDelete
  37. Sien, thanks ya,
    bu Sofia Mansoor udah duluan di ablatio (tahun 1999)
    sejak itu tidak pernah mengalami serangan SVT lagi

    beliau sempat tilpon2an dg istri saya men-support
    untuk berani di ablatio itu.

    ReplyDelete
  38. Capt yg baik,
    makasih - Dr.Munawar itu trampil dan
    sabar serta berkomunikasi dg hangat.

    ReplyDelete
  39. Amin semua berjalan dengan lancar Dok, semoga Tante cepat pulih dari lukanya.

    ReplyDelete
  40. Pak Mulya, apakah dengan tindakan ablatio ini, berarti bu dokter akan bebas dari serangan SVT yang biasa beliau alami selama ini sebelumnya, kayanya treatment ini brjalan dengan mulus2 saja di RS.BCC, sedangkan cerita mengenai treatment ablatio ini merupakan cerita yang seram oleh dr. jantung di RS Harapan kita.
    semoga bu dokter cepat pulih, agar rencana perjalanan tidak gagal. Tuhan memberkati.

    ReplyDelete
  41. suka deh pak apa kata omtanzil bilang, hidup seperti kaset.. jadi ya monggo saja..

    ReplyDelete
  42. saya tilpon kerumahnya kemarin,
    ternyata sekarang tinggal bersama putranya
    dan beliau sedang sakit.

    ReplyDelete
  43. pak Umbas yg baik,
    tindakan ablasinya sukses,
    sesekali istri masih merasa seakan mau kumat
    tapi tidak jadi, mungkin karena sebagian besar jalur jahat itu
    sudah diputus sehingga SVT nya tercegah muncul,

    memang Dr Munawar bilang tidak bisa ablasi seluas mungkin
    karena ada risiko kena jalur yang normal.

    Thanks pak Umbas, GBU

    ReplyDelete
  44. oh oom, semoga cepat sehat kembali ya..

    ReplyDelete
  45. Aduh lumayan yah kalo bisa pake Askes.
    Semoga setelah operasi ini SVT nya sembuh ya dok,
    juga terima kasih untuk sharing pengalamannya.

    ReplyDelete
  46. Jangkauan Askes makin luas,
    salah saya awalnya tidak tanya saat masuk,
    memang tidak semua RS Swasta melayani Askes
    tapi tidak salahnya bertanya karena seperti kejadian
    ini tidak diduga RS khusus Jantung itu menerima Askes.

    ReplyDelete
  47. Saya baru tahu ada sakit namanya SVT. TFS. (;p). Semoga cepat sembuh.

    ReplyDelete
  48. wow.. get well soon untuk ibu sindhi.. semoga ga ada serangan jantung gedebak-gedebuk lagi :)

    ReplyDelete
  49. Saya setuju dengan Ibu Eileen Rachman, itu adalah bimbingan Tuhan! BagiNya tiada yang kebetulan. Segala sesuatu diaturNya secara detail bagi Anda sampai ke Askes. Tinggal bagaimana Anda meresponinya saja. Karena pikiranNya berbeda dengan pikiran kita, demikian pun rencanaNya berbeda dengan rencana kita. Selamat kepada Ibu Sindhi yang sudah diberikan "second chance" oleh yang Mahakasih dan Mahakuasa. Tuhan pasti mempunyai rencana dan berkat yang jauh lebih indah lagi bagi Anda.

    ReplyDelete
  50. pak Soleh, rupanya banyak juga yang menderita
    kondisi itu, thanks ya

    ReplyDelete
  51. Thanks ya, sejauh ini tidak minum obat pencegah serangan SVT
    dan aman2 saja, memang akan diobservasi sampai setahun,
    kalau aman berarti seterusnya bebas.

    ReplyDelete
  52. bu Vilma yg baik, thanks ya,
    istri saya memang jadi lebih relax- tadinya kan
    waswas saja karena munculnya SVT datang secara
    mendadak dan mengejutkan, kapan saja dimana saja -
    sungguh mengesalkan dan menyusahkan.

    ReplyDelete
  53. Pa Sindhi, semoga pengobatan nya berhasil dan ibu cepat pulih.

    ReplyDelete
  54. Thanks for posting such a detailed report with photos. Saya mempunyai dua orang putra, yang pertama lahir th. 1959, yang kedua, anak bungsu saya lahir th.1966.Yang terakhir ini baru saja dapat serangan jantung ringan karena penyumbatan. Putra pertamaku sudah lama dan cukup sering kena serangan jantung. Ternyata setelah di-scan ada penyumbatan di 2 pembuluh, yang satu 70 %, dan yang satu 40 %. Ia takut dikaterisasi, apalagi di-bypass, jadi cuma berobat secara tradisonal saja dengan acupuncture dan jamu. Kami baru tahu ada Binawaluyo Cardiac Center ini. Padahal, kami klien Dr.Iwang Gumiwang. Putra bungsuku ketika serangan jantung sedang mengendarakan mobil dapat serangan 2 kali. Pertama kali ia masuk ke UGD RSPI, tetapi tidak diketemukan apa-apa dengan jantungnya. Kemudian kejadian lagi, ia masuk Cardiovascular Clinic Cinere Hospital. Dia juga tidak mau dikaterisasi dan minta di-scan saja. Ternyata penyumbatannya di bawah 50 %. Apa pendapat Dokter ttg Chelation?

    ReplyDelete
  55. bu Vilma,
    dr. Iwang betul ada di daftar dokter BCC,

    di Jakarta ada beberapa cardiac center, selain BCC
    juga ada di Cinere Hospital itu.

    saya pikir kalau sudah ada keluhan2 seperti itu -
    kateterisasi adalah suatu keharusan, itu gold standard,
    jangan muter2 dulu dengan MSCT,
    MSCT itu menggambarkan keadaan anatomi - padahal
    yang diperlukan ada gimana flow di pembuluh darah itu.

    tentu keteterisasi sifatnya invasif tapi ditangan dokter ahli
    akan meminimalisir kemungkinan kesalahan tindakan.

    istri saya itu sudah dua kali mengalami kateterisasi,
    syukurlah bisa dijalani dg baik.

    chelasi saya nggak tahu persis,

    tapi saya pikir dengan keluhan2 seperti itu yang utama
    adalah mendiagnosa pasti dulu dan itu bisa dilakukan
    dengan kateterisasi, dan itu jangan terlambat dilakukan.

    memang mengerikan memikirkan kateter didorong masuk
    kedalam jantung kita, tapi orang2 yang sudah menjalaninya
    bilang nggak ada masalah - Sabtu kemarin saya baru saja menemani keponakan usia 29 th di kateterisasi dan ternyata kondisinya baik - nah tenang dah dia, tadinya penuh dengan
    kebimbangan karena dari MSCT nya ada dua penyempitan.






    ReplyDelete
  56. bu Lena, thanks,
    sudah pulih dia, malah sekarang sedang pergi fitness :))

    ReplyDelete
  57. dear Lena,
    thanks ya, sudah pulih dan bisa aktivitas spt biasa.

    ReplyDelete
  58. Kebetulan yang indah Pak Sindh. Semoga ibu cepat sembuh:)

    ReplyDelete
  59. Ya betul, thanks,
    sudah sembuh dan bisa aktivitas seperti sediakala.

    ReplyDelete
  60. Hi Dr. Siendhi apa kabar. Saya dr. Munawar. Kebetulan saya di Jepang dan kebetulan saya nglihat di Internet mengenai Binawaluya dan ketemu blog anda. (biasanya kalau di Jakarta nggak sempat). Saya ikut gembira bahwa ibu dr Juwita sudah OK. Pasca ablasi SVT mempunyai kans untuk kambuh sebesar 2-3%. Inipun kalau terjadi biasanya pada minggu-minggu pertama. Kalau sudah tiga bulan sangat sedikit kemungkinannya. Dan kalau sudah 1 tahun boleh dipastikan tidak akan kambuh. Tindakan ini sebenarnya tindakan non-bedah. Jadi istilah bedah rasanya kurang tepat. Nyeremin. Dan dari pengalaman saya yanglebih dari 18 tahun, success rate sangat tinggi sekitar 97persen, dengan angka kesakitan yang sangat rendah dan angka kematian yang disebabkan tindakakn ini hampir nol. Semoga sehat selalu. All the best.

    ReplyDelete
  61. Yth Dr. M.Munawar,

    aduuuh Dok, mohon maaf saya baru saja lihat ini,
    saya kembali dari tour tanggal 10 Juni malam dan
    langsung sibuk ngurusi adik saya yg sakit berat.

    barusan saya iseng buka MP saya dan kuagetttt
    banget ada tulisan dokter, bener2 nggak ngimpi2
    dah dokter bisa sempat muncul di MP saya ini.

    istri saya sejak ablasi sampai sekarang belum pernah
    ada serangan lagi, dan dredet2 yang suka masih muncul
    pasca ablasi ini juga kini sudah tidak muncul2 lagi,
    semoga terus begini sampai setahun yang berarti
    sembuh total, makasih banyak Dok.

    Teman saya Teguh juga rupanya sudah sembuh dan
    Dr. Bambang Gunawan SpOG juga demikian setelah
    ditangani dokter di RS Binawaluya.

    Banyak terima kasih atas pertolongan dokter,
    salam sehat selalu untuk sekeluarga

    sm

    ReplyDelete
  62. sorry baru sempat balas,
    banyak terrima kasih ya

    salam
    sm

    ReplyDelete
  63. rina_lee89@yahoo.com
    Thanks buat sharingnya,
    kebetulan mama saya juga mengalami SVT, dan dianjurkan untuk dilakukan ablasi di Singapura, tetapi sampai saat ini kami masih mencari informasi mengenai segala hal yang berhubungan dengan SVT ini.

    Kalo boleh tau, obat jantung apa yang diminum oleh sang istri sebelum melakukan tindakan ablasi?
    Apakah dengan minum obat tersebut maka SVT-nya 100% tidak akan kambuh?
    Mohon informasinya, thanks dan salam

    ReplyDelete
  64. Sorry baru mendarat di Jkt lg. Nanti sy balas ya

    ReplyDelete
  65. malam..ada yang prenah melakukan ablasi di rumah sakit harapan kita jaakarta belum ya

    ReplyDelete
  66. Malam dok shindi, suami saya umur 52 kena AF juga, apa saya boleh tahu keadaan istri dokter setelah 5 tahun setelah di ablasi apakah masih muncul? Apakah saya boleh chat di japri? Email saya : selenagunawan@yahoo.com
    Terima kasih

    ReplyDelete
  67. Malam dok shindi, suami saya umur 52 kena AF juga, apa saya boleh tahu keadaan istri dokter setelah 5 tahun setelah di ablasi apakah masih muncul? Apakah saya boleh chat di japri? Email saya : selenagunawan@yahoo.com
    Terima kasih

    ReplyDelete