Thursday, September 6, 2007

Pulau Lengkuas & Burung: "Hidden Paradise" di Belitung.




Saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta terminal 1 B,
Jumat 18 Mei 2007, kami terkejut melihat antrian panjang
calon penumpang yang akan memasuki bangunan bandara,
terutama alur yang bawa koper besar. Untunglah karena kami
bawa handbag saja, dibolehkan lewat jalur lain yang lebih sepi.
Untungnya lagi proses check-in lancar, dan pesawat B737-200
Sriwijaya Air yang penuh penumpang juga on time, jam 6.45
sudah gerak menuju posisi take-off.
Pesawat ini kayaknya sudah lumayan uzur, senderan kursinya
ada yang melorot ke-belakang, tray/tutup closet/tombol pintu
toilet sudah pada butut dan pengumuman yang disampaikan
oleh pramugari sepoi-sepoi saja alias nyaris tak terdengar.

Penerbangan menuju ke Belitung ini singkat saja, jadi teringat
perjalanan kami ke Bangka beberapa tahun lalu, waktu itu
mama mertua nyeletuk saat mendarat :
Cepet amat sampe, pantat belon panas udah bangun lagi!

Memang dulu kami pernah ke Bangka, semula mau sekalian
dengan ke Belitung, tapi Jetfoil antar pulaunya sedang rusak/
naik dok. Karena tidak ada penerbangan antar kedua pulau
yang sangat berdekatan itu, maka terpaksa tour kali itu
hanya keliling-keliling di pulau Bangka saja.

Tentunya males kalau pergi lagi hanya untuk ke Belitung saja,
tapi karena kena provokasi Robiyati, anggota Jalansutra yang
tukang kukurilingan ini bercerita tentang indahnya pulau-
pulau lepas pantai Belitung yang seakan Hidden Paradise itu
maka jadi juga-lah kami bersepuluh berangkat untuk wisata
dua malam.

Pesawat landing dilandasan yang terasa gerudugan tidak rata,
dan sekian lama meluncur koq pesawat masih kenceng aja.
Istri saya terlihat mulai cemas- koq nggak di-rem2 sih katanya.
Akhirnya semua lega setelah pak pilot nge-rem habis2an,
jangan2 pak pilot-nya keasyikan ngobrol lupa nginjek rem.

Perjalanan dari airport hanya 25 menit sudah tiba didalam kota
Tanjung Pandan, dan langsung kami diajak makan Mie Achoi.
Ke kian dan baso ikan-nya memang dahsyat, alhasil kami
ramai2 pesan baso ikan yang garing kriuk2 itu sampai 600 butir
untuk oleh2 dibawa pulang lusa-nya.

Kemudian kami mempersiapkan diri untuk highlight tour ini,
yaitu menuju hidden paradise di Belitung :
Pulau Lengkuas dan Pulau Burung.

Kami mampir dulu di Restoran Pribumi, selain mengambil
lunch-box juga untuk tukar baju dan sandal.
Pak Hardianto, pimpinan HSL Tour yang mengantar kami
memberikan briefing, bahwa kita akan naik perahu nelayan
ber-mesin tanpa atap.
Walau main dilaut tapi aman imbuhnya, sudah disediakan
pelampung surang satu dan juga tali belasan meter -
ini untuk jaga-jaga saja katanya pula -seandainya terpaksa
turun ke air maka akan bisa berpegangan tali itu agar tidak
tercerai berai - bujugbuneng ! - denger kesiapan yang
spektakuler ini malah hati jadi dag dig dug.

Kota Tanjung Pandan terletak dipantai barat dan agak di-
utara pulau Belitung yang berukuran sekitar 80 X 80 Km.
Perjalanan menuju pantai Tanjung Kelayang tempat perahu
menunggu mengarah keutara melewati jalan yang mulus,
jarak 27 km itu ditempuh dalam waktu setengah jam saja.

Turun dari mobil Toyota Innova, tampak sebuah perahu
nelayan dari kayu dengan lebar 1,5 meter, panjang 7 meter
berada sekitar 5 meter dari bibir pantai, air laut sedang surut.
Berarti kami harus jalan diair dulu barulah bisa naik, tampak
sudah disiapkan tangga kayu untuk naik ke geladak terbuka.
Melihat perahu yang begitu sederhana dan akan dimuati
sekian banyak orang maka seorang teman langsung
mengundurkan diri, biar dibujuk-bujuk dia tetap memilih
menunggu dipantai, waduh gimana nih?.

Karena sudah kepalang maka sepakat teruskan saja,
hati-hati berjalan memasuki air dan naik ke geladak,
duduk bersisian dan ibu-ibu nya buka payung karena
matahari lumayan terik.
Perahu didorong ketengah lalu mesin diesel perahu
dihidupkan yang mendorong perahu berjalan dengan
kecepatan seperti orang bersepeda santai.
Suara mesin bunyinya ritmik ding-ding-ding-ding-ding
terdengar unik dan lucu.

Baru beberapa menit saja - perjalanan yang semula
dikira akan menegangkan ternyata malah sebaliknya.
Tiupan angin semilir terasa sejuk mengalahkan terik
matahari - payung mulai ditutup, dan makin ketengah
kami makin diasyik-kan oleh pemandangan yang
memukau - air laut tampak cantik sekali warna bergradasi
hijau - biru dan hitam kalau ada pulau karang bawah laut.
Perahu sesekali berjalan melewati pulau karang kecil
dan bebatuan granit besar kecil yang menyembul dari
permukaan air - cantik sekali.

Pulau Lengkuas yang kami tuju mudah dikenal karena
tampak ada mercu suar yang dibuat tahun 1882.
Hebatnya, mercu suar kuno berwarna putih yang terbuat
dari besi itu, ternyata masih berfungsi baik - mengamankan
lalu lintas kapal yang menuju ke pelabuhanTanjung Pandan
atau akan memasuki Selat Gaspar yang memisahkan
pulau Bangka - Belitung.

Tak terasa sudah 45 menit dan kini perahu mulai mendekat
ke pantai pulau Lengkuas.
Dengan hati-hati perahu memasuki alur yang agak dalam
diantara dasar laut ber-karang.
Karena dasar laut dangkal, maka kami harus turun walau
perahu masih agak ditengah, lalu jalan di air setinggi paha -
air laut jernih sekali, bergradasi hijau muda sampai biru tua.
Setelah agak bersusah payah berjalan diatas dasar pasir
yang tidak rata, sampailah di pantai yang berpasir putih,
didepan kami menjulang gagah mercu suar setinggi 60 meter.

Kami disambut penjaga mercu suar yang ramah, dan rasa
lelah akibat udara panas segera terobati dengan minum
air kelapa muda yang dipetik bapak penjaga itu.
Sebagian teman memilih bersantai menikmati pemandangan
pantai, sebagian menuju mercu suar untuk coba mendaki
sampai ke puncak-nya.

Saat memasuki pintu dasar menara, sempat terbersit rasa
seram juga karena didalam terlihat ada kerangkeng besi,
rupanya dulu mercu suar itu berfungsi sebagai penjara pula.
Tangga menuju keatas terbuat dari besi yang disana sini
mulai berkarat, dan menaiki menara setinggi 19 lantai itu
tentu lumayan melelahkan, tapi rasa penasaran membuat
kami pantang menyerah.
Dan betul saja saat tiba diatas, kami disuguhi pemandangan
yang sungguh menakjubkan.
Nun jauh dibawah tampak dasar laut yang warna air lautnya
bergradasi cantik sekali dari hijau ke biru sampai hitam,
dengan disana sini tampak bebatuan granit besar kecil
menyembul dari dasar laut - sungguh luar biasa cantiknya.
Kalau memandang ke arah pulau Belitung, tampak pulau
yang hijau dengan awan gelap mengambang diatasnya.

Setelah puas menikmati pemandangan, kami minta diri
dan kembali ke perahu, untuk menuju pulau Burung yang
memerlukan waktu sekitar 30 menit untuk mencapainya.
Pulau ini tidak berpenghuni, ada sebuah villa dari kayu
yang sudah tidak dihuni, konon pemilik pulau itu sudah
lama tidak menempati villa itu lagi.
Pulau ini dipantainya terdapat berbagai bebatuan granit
yang besar2, ada yang berbentuk mirip burung, ada yang
berbentuk seperti jari tangan, ada yang unik sekali karena
sebuah batu besar bisa bertengger diatas batu kecil.
Kami kemudian menerobos pulau yang lumayan rimbun
penuh pohon kelapa dari satu sisi pantai ke sisi lain, dan
juga menerobos dibawah celah batu yang sempit karena
jalan tepi pantai itu tertutup bebatuan sampai ketengah.

Disatu tempat saking asyiknya memotret pantai dengan
bebatuan yang begitu unik dan cantik itu, saya tertinggal
teman2, dan mendadak saya menyadari betapa sunyinya
disitu seakan ditengah malam buta - tidak ada setitik
suarapun terdengar - deburan ombak pun tidak
Padahal itu disiang hari dan didepan mata saya terbentang
pemandangan yang begitu memukau : pantai pasir putih
bersih dengan batu burung yang cantik itu dilatar belakangi
air laut yang menghijau dan langit dengan berawan berarak-
terasa sungguh begitu tenang dan damai.
Entah dimana lagi saya bisa menemukan tempat/suasana
yang begitu menenteramkan hati.

Setelah membuka lunch box dengan minum air kelapa
muda yang dipetik tukang perahu, kami segera berkemas
dan kembali ke pantai pulau Belitung karena langit diatas
pulau Belitung tampak makin mendung dengan petir
berkilatan tanda hujan lebat.

Saat jam 15 tiba kembali dipantai Belitung, barulah HP bisa
aktif lagi dan saat melihat SMS, ada berita dari Robiyati
bahwa siang itu dipantai selatan pulau Jawa ada fenomena
alam yang aneh yaitu gelombang pasang yang besar sekali.

Astaga, untung saja baru tahu-nya sekarang, kalau saja
baca SMS nya sewaktu masih ditengah laut bisa jantungan.


46 comments:

  1. wah gila bener deh tempatnya ... air lautnya bening amat .... pasirnya bersih total ... ada peninggalan nya lagi .... Tapi ngomong2 koq jarang sekali ya didengar keberadaan tempat yang bagus ini di promosi pariwisata Indonesia<

    ReplyDelete
  2. Dok, pulau-pulau yang ada di dekat Pulau Burung juga ok banget. Pulau Gendut kata bocah-bocah Belitung yang ikut kita jalan-jalan. Di pulau Burung bisa munggutin kweni juga dari pohon yang tingginya udah 15 meteran.

    ReplyDelete
  3. saya jadi makin tertarik ke belitung nih...asyik banget pantai-pantainya ya

    ReplyDelete
  4. betul,
    sayang sekali kurang promosi,
    saya sangat berterima kasih kepada Robiyati yang
    memberitahu adanya tempat se cantik ini, karena
    kalau tidak diberitahu maka kami hanya jalan2 dan
    makan2 di pulau Belitung saja - yang tidak terlalu
    banyak beda dg pulau Bangka yg sudah kami lihat
    sebelumnya.

    ReplyDelete

  5. ini info tentang baso ikan dari pak Djenny Tanius:

    Pak Sindhi yang baik,

    Saya membaca caper pak Sindhi ke Belitung.
    Ketika menyinggung bakso ikan dan kekian Belitung,
    saya lalu teringat akan bakso ikan dan kekian Biliton
    di Pasmo BSD.
    Kios Biliton ini terletak di sisi pintu timur.
    Pak Gatot yang semula memperkenalkan bakso ini.
    Ingat kan pak Gatot? Tapi memang maknyus.
    Istri saya langsung menjadi fan Biliton.
    Maklum dia sangat suka berbagai jenis yang namanya bakso.
    Kata penjualnya, bakso dan kekian yang dijual dikios itu
    langsung diimpor dari daerah asalnya Belitung.
    Jadi bila rindu dengan bakso dan kekian Belitung,
    boleh mampir di pasmo BSD.

    Salam hormat,

    ReplyDelete

  6. kalo mau kesana, nanti saya kenalkan dengan
    pak Hardianto, pemilik HSL Tour yang begitu baik
    mengantar kami kesana, hebatnya gini, selain kami
    dapat makan pagi-siang-malam, pake ada acara
    extra : ngopi dan makan mie di antaranya, mana tahan.

    ReplyDelete
  7. itu foto anda juga saat disana ?
    memang kelihatan ada beberapa pulau lain,
    bener2 bagus yah disana.

    ReplyDelete
  8. Lautnya masih jernih n bersih yah tidak kalah dengan Maldives....baso ikan dari belitung memang paling yummy, dulu sering makan dikasih ortu murid...

    ReplyDelete

  9. thanks Deb,
    kalau pulkam sempatkan kesana,
    sungguh berkesan, apalagi yang suka
    snorkeling/diving - surganya dah disitu.

    ReplyDelete
  10. bu Mimi,
    kalau pulkam datang deh kesana,
    terbang dari Jakarta cuma 45 menit doang,
    tiap hari ada dua pesawat kesana p.p. :
    Sriwijaya dan Batavia Air, hampir barengan.
    Jalan rayanya walau tidak lebar2, tapi mulus2,
    hotel lumayan bagus/bersih, aman - makanan
    enak - nah kurang apa lagi,he3.
    nanti saya posting tentang makanan dan hotel
    disana, ada hotel diatas bukit tepi pantai yang
    menghadap ke barat jadi saat sunset - aduhai dah.

    ReplyDelete
  11. mungkin bukan 'tidak kalah' dengan Maldives ya .... tapi sama bersihnya he he ... dan 1 lagi, di Maldives ngak ada yummi baso ikan .... Anyway foto2nya ngak kalah dengan yang saya lihat di http://www.belitungisland.com/

    ReplyDelete
  12. Ha.. ha... pak Sindhi naik Sriwijaya?
    kalau suami saya bilang " ini pilot nyupir metromini apa? ngasrug ajah...
    tapi babel emang cantik ya? ke babelnya belom sih, tapi banyak kenalan dari sana.. mesti di masukin daftar kunjung juga nih.

    ReplyDelete
  13. Soal promosi, sebetulnya, dulu di jamannya Pak Harto, sudah pernah dibentuk Belitung Tourism Development Center (BelTDC) yang akan meniru konsep Bali TDC (yg mengembangkan kawasan Nusa Dua). Daerah yg sdh dibebaskan oleh investor (kalau tdk salah Tommy Suharto melalui Grup Pecatu yg juga punya proyek di Bali, dekat Dreamland) meliputi pantai sepanjang Tanjung Kelayang hingga Tanjung Tinggi.Sebagian kawasan tsb malah sdh terjual ke pihak Modern Grup yg rencananya akan dibangun kawasan wisata. Sayang akhirnya krismon datang dan Suharto jatuh sehingga proyeknya terbengkalai. Daerah dimana sekarang Lor In resort berdiri tadinya juga akan dikembangkan sebagai kawasan resort terpadu.

    Saya pernah ngobrol dengan teman2 di Belitung, untuk mempromosikan daerah Belitung jelas dibutuhkan dana yang besar dan mereka tdk sanggup. Mungkin dana pemerintah daerah setempat juga tdk cukup utk membiayai kegiatan promosi tsb. Barulah setelah banyak majalah2 wisata dan terutama menjamurnya blog2 di internet, Belitung mulai menikmati promosi2 gratis dari orang2 seperti Dr.Sindhi, Grace, Harnaz, Pak Bondan,dll. So, thx to internet sehingga banyak orang yg tahu bahwa Belitung betul2 indah.

    ReplyDelete
  14. Waaah jadi pengen ikutan jalan2 neh kalau nanti pulang ke Jakarta:-) Bangga dech jd orang Indonesia, punya pantai yang luar biasa indah...:-)

    ReplyDelete
  15. kalau ada gua lautnya, mungkin seperti blue grotto ya dok

    ReplyDelete
  16. waaahh... cantik cantik.... makasih om buat info-nya...

    ReplyDelete
  17. tiket pesawat & biaya turnya brp, pak?

    ReplyDelete
  18. saat ini rombongan Jalansutra sedang berada
    di Belitung, besok mereka ke Bangka,
    kita tunggu cerita2 hebohnya.
    anda harus kesana, nggak nyesel dech

    ReplyDelete
  19. bung Iwan,
    saat naik perahu itu kami lihat bangunan besar yang
    terlantar dipantai antara Tanjung Kelayang- Tanjung Binga-
    katanya itu tadinya mau dijadikan resort/hotel, tapi gagal.
    sayang sekali yah, mubazir jadi rusak.

    ReplyDelete
  20. pantainya rata2 berpasir, rasanya tidak ada gua
    seperti di Capri yang pantainya karang terjal dimana
    dibagian bawahnya ada grotto cantik itu :
    Grotta Azzurra - One of the most famous sea caves in the world.
    http://smulya.multiply.com/photos/album/117

    ReplyDelete
  21. saya kesana ikut HSL Tour,
    ada paketnya - macam2, tapi saya khusus minta
    nambah pergi ke kedua pulau itu, saya lupa persis
    biayanya yg sudah termasuk tiket pesawat+transportasi
    selama di Belitung+hotel+makan dan ditambah ngopi/
    makan mie segala, sekitar 2 jt an rasanya,
    silahkan ditanyakan ke :
    HSL Tour - 021-63859482, kalau fax : 63863452.
    HP pak Hardianto (direkturnya): 08128535997.
    Karena kami bersembilan orang, maka diantar oleh
    pak Hardianto itu mulai dari Jakarta nya, asyiik,
    orangnya baik sekali dan ternyata orang dari Bangka,
    dan HSL tour itu memang fokus ke tour Ba-Bel itu.

    ReplyDelete
  22. deg2 an ya Om naek sriwijaya?untung pas ceng beng kmrn,saya sama mama dapetnya batavia,gak ada yg aneh2.
    FYI,om kalo masi kangen sama mie+bakso+cakien yg kayak distu di jakarta jg ada,konon "masih sodara" sm mie achoi itu,ada di jln bandengan selatan phone nya:6914325.
    swktu ke belitung paling mengesankan makan gado2 di warung makan "MANLI" tp jauh,adanya di belitung timur daerah kelapa kampit,emg sih cuma gado2 tp terasi bikinan situ emg khas rasanya,itu yg bikin enak,menu2 laen jg ada spt:kepiting masak angciu.

    ReplyDelete
  23. hallo,

    Sriwijaya Air lumayan juga sih, on time,
    cuma udah kelihatan tua pesawatnya itu.
    Thanks info nya, saya catat alamatnya.
    Kami juga mampir di Kelapa Kampit, dalam
    perjalanan ke Manggar, lupa nama restonya.
    Adanya di kanan jalan.


    ReplyDelete
  24. kalau mau ke Belitung coba ke www.BelitungIsland.com dulu

    ReplyDelete
  25. Untuk promosi Belitung, saya coba secara partikelir aja mas di http://www.belitungisland.com

    ReplyDelete
  26. bung Rustam,

    makasih invitation nya -sudah saya terima.
    foto tampilan depannya bagus sekali,
    mudah2an kedepan Belitung makin bersinar,
    dan bisa menarik banyak wisatawan.

    ReplyDelete
  27. wah, ga sabar saya ngeliat indahnya belitung... makasih buat sharing nya pak dokter..

    ReplyDelete
  28. gambar2 yang "sangat bercerita" ... tfs ... boleh usul pak? buat buku traveling ya ... waktu ke belitung ini, sempat nemu tempat lahirnya laskar pelangi pak?

    ReplyDelete
  29. TFS the useful site ... saya langsung meluncur ...

    ReplyDelete
  30. liat airnya jadi pengen nyebur.. :) salam kenal..

    ReplyDelete
  31. Pak Sindhi kalau saya mau beli foto bapak yang ini gmana caranya ya? Saya harus hubungi bapak dimana ya. Thanks Pak! Fotonya bagus pak!

    ReplyDelete
  32. Belitung sangat cantik, It's my home town

    ReplyDelete
  33. numpang mampir mas....apik ya belitung, jadi pengen kesana...

    ReplyDelete
  34. boleh tanya? Hotel POndok Impian recommended gak? apa cukup bersih? Makasih.

    ReplyDelete
  35. Wah, akhirnya bisa juga ktemu blog nya doc...
    Kalau soal Belitung, hampir tiap tahun saya pulang ke kampung halaman papa saya itu...Memang bersih and ok, asal jangan waktu high season, rebutan sama warga nya yang pada mudik, salah satu nya ya keluarga kami,hehe...masih banyak loh doc, makanan n oleh2 yg enak2 dari belitung, tapi memang harus tau di mana beli nya...ok deh, blog nya informatif buanget..thx ya doc...
    Luci

    ReplyDelete
  36. dear Luci,
    Belitung lagi ngetop nih, apalagi ada buku Andrea Hirata
    yang orang Belitung, sayang tuh alam begitu cantik selama
    ini terlewatkan, kalau bisa dibina kan membantu mengangkat
    ekonomi penduduk disana.
    memang kalau pas SinTjhia atau CengBeng mah berebut
    tiket pesawat yah,he3.

    saya kapan2 mau coba ke Belitung yang bagian selatan,
    kemarin kan bagian utara dan timur saja, cuma nggak tau
    apa yang menarik di selatan itu.

    salam
    sm

    ReplyDelete
  37. Ya .. the hidden paradise ini memang mesti diperkenalkan di seluruh dunia. Biar rame yang datang, kalo penduduk aslinya sih sampai saat ini belum sanggup bikin rame pulau yang menenteramkan ini.

    Ayoo ... kita perkenalkan ..... 'Go International' !!

    ReplyDelete
  38. Waduh saat yang PAS!! untuk keliling laut. Panas sih memang.. hehe... TOP fotonya!

    ReplyDelete
  39. bulan depan sekelompok dokter2 ahli peny jantung
    dari Banten akan berwisata kesana, di pandu oleh
    HSL Tour yang dulu meng guide rombongan saya.

    ReplyDelete
  40. kami kesana bulan Mei,
    lautnya sangat bersahabat, tenang sekali,
    memang harus cari bulan yang pas,
    supaya bisa ke pulau2 kecil cantik itu.

    ReplyDelete
  41. Wow!! tour para dokter!
    Harus diperhatikan juga cuacanya.
    Ketika musim hujan, curah hujannya cukup tinggi
    Dan kalaupun tidak hujan, mungkin saja anginnya besar.
    Akan kesulitan ketika mau melakukan kegiatan dengan menyeberangi laut ke pulau2 sekitar.
    Langit yang tidak cerah juga nilai minus ketika kita berfoto

    ReplyDelete
  42. Hahaha.. sodara ane nih... Mantap mienya!!

    ReplyDelete