Wednesday, June 10, 2009

Janganlah mencintai Anak anda !


Janganlah mencintai Anak anda !

Sore hari seperti biasa saya berkendara menuju Serpong sambil
mendengarkan radio Delta FM, dan terdengarlah pendapat diatas.
Ada pendengar radio yang menyatakan tidak setuju, koq aneh
orang tidak boleh mencintai anak kandung sendiri katanya.

Gobind Vashdev menyampaikan penjelasan dengan suaranya yang
lembut bahwa memang demikianlah seharusnya - kita janganlah
mencintai anak kita karena yang seharusnya adalah :
kita hendaknya membuat anak itu merasa bahwa dia dicintai !.

Tentu jadi bingung mendengar itu, dan Gobind memberikan contoh
untuk menjelaskan, katanya :
Kita sering dengar orangtua berkeluh kesah, bahwa sudah susah payah
membesarkan anak, memberikan perhatian, mencukupi kebutuhan dll,
tapi nggak keterima sama si anak.
Pokoknya sudah mati2an mencintai anaknya, tapi tidak bermakna.
Menurut Gobind, persoalannya adalah karena apa yang diinginkan si
anak bukanlah apa-apa yang telah diberikan oleh orang tuanya itu.

Kunci nya ada di bahasa kasih, kalau misalnya si anak memerlukan
belaian atau kata-kata yang membesarkan hati, tapi yang didapatnya
materi dll, maka cinta si orang tua jadilah nggak nyambung.
Sebaliknya kalau bahasa kasihnya nyambung maka si anak akan
merasa kalau dia dicintai - disitulah point-nya !

Sayang sekali saya sudah sampai di tujuan sehingga tidak sempat
mendengar lanjutannya.
Malam hari saya nanya ke Mbah Google - tentang Gobind Vashdev,
dan dapatlah alamat Facebook-nya.
Akhirnya bisa kontak e-mail dengannya, untuk pertanyaan saya yang
menanyakan apakah sudah membuat buku dari pemikiran2nya yang
jernih itu, dijawab :
saya memang sedang menyusun sebuah buku yang diambil dari artikel2
yang pernah saya tulis di majalah psikologi plus harapan saya di tahun ini
buku pertama ini bisa di terbitkan.

Mudah2an dalam waktu dekat kita bisa membaca bukunya itu.

Mengenai Gobind Vashdev bisa dilihat di :
http://profiles.friendster.com/gobinbali#moreabout



31 comments:

  1. Memang itu yang daku coba amalkan saban hari :))

    ReplyDelete
  2. Amin pak Sindhi, moga2 cepatan terbit buku pertamanya.

    ReplyDelete
  3. Terhadap anak saya berusaha ingat salah-satu Syair Kahil Gibran (Poet Iran) yang bejujul:
    "Your children are not your children"

    They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
    They come through you but not from you,
    And though they are with you, yet they belong not to you.
    You may give them your love but not your thoughts.
    For they have their own thoughts.
    You may house their bodies but not their souls,
    For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
    You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
    For life goes not backward nor tarries with yesterday.
    You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.
    The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.
    Let your bending in the archer's hand be for gladness;
    For even as he loves the arrow that flies, so He loves also the bow that is stable.

    ReplyDelete
  4. sangat setuju pak, terimakasih

    ReplyDelete
  5. Sekalian mempromosikan bukunya ya?
    He he he!

    ReplyDelete
  6. Setuju bung, thanks sharingnya,
    saya pernah kutip itu didalam postingan ini :

    http://smulya.multiply.com/journal/item/123

    ReplyDelete
  7. met pagi pooak, apa kabar-
    belum pak, baru pemanasan aja, he3.
    saya sesekali dengar Gobind itu muncul di Delta FM,
    kalau dulu dengan Ida Arimurti, selalu tertarik dengan
    pemikiran2nya yang teduh dan dalam, mencerahkan,
    baru kemarin bisa tau alamat FB nya dan lihat fotonya.
    salam sehat selalu
    sm

    ReplyDelete
  8. Thanks sharingnya pak, boleh kushare jg ya..

    ReplyDelete
  9. TFS pak, udah kaget aja baca judulnya
    ternyata dicintai lbh penting utk anak2 ya

    ReplyDelete
  10. Pak Mulya, menurut pengalaman saya, cinta itu seperti pedang bermata dua, disatu sisi membuat kita merasa bahagia, tetapi disisi lain dapat membuat kita menderita, jadi pandai2lah kita mengatur bagaimana kita harus menyintai anak2 kita, tanpa membuat kita dan mereka menderita kelak dikemudian hari....tidak mudah memang, tetapi Tuhan pasti akan memberikan kita hikmat akal budi, bagaimana kita harus menyintai dan mendidik anak2 kita agar menjadi manusia yang bahagia dan mandiri, tetapi sayang, terkadang karena ego kita sendiri, dengan alasan demi cinta (yang mem'babi buta'), kita justru menjerumuskan anak2 kita dan menjadikan mereka manusia2 yang 'gagal'
    Memang banyak sekali sekolah2 untuk mendidik anak2 kita manjadi manusia yang pandai, tapi rasanya gak ada sekolah untuk mendidik kita jadi ortu yang pandai

    ReplyDelete
  11. setuju bener tuh.. merasa dicintai itu yang sulit.. anak2 sadarnya suka belakangan.. komunikatif antar orangtua dan anak penting sekali.. tfs pak.. moga2 bukunya terbit cepat ya..

    ReplyDelete
  12. TFS dr. Sindhi ... harus belajar banyak nich akyu :D

    ReplyDelete
  13. Pendapat saya, cinta sayang itu hanya mengasih dan tidak mengharapkan dapat pembalasan budi. Bila tidak, akan kecewa dan sedih.

    ReplyDelete
  14. Ikutan share ya...ada 5 cara utk mengekspresikan kasih kepd pasangan maupun anak2 kita (menurut buku karangan Gary Ezzo), yaitu melalui: 1)Ucapan yg membangun 2)Perbuatan melayani 3)Pemberian Hadiah 4)Waktu berkualitas 5)Sentuhan Fisik & Kedekatan. Tingkatan bahasa kasih tiap org/anak berbeda. Bahasa kasih pasangan, dapat dishare kan dgn pasangan. Bahasa kasih anak paling mudah dikenali pd usia 7th, krn dibwh usia itu smua anak menyukai hadiah, pelukan & waktu berkualitas.

    ReplyDelete
  15. sangat menggugah, Oom...
    terima kasih untuk sharing-nya :)

    ReplyDelete
  16. iya betul pak - nggak ada sekolahan buat ortu,
    jadi terpaksalah kita learning by doing ,
    tapi orang bilang walau learning by doing bagus,
    lebih bagus lagi kalau :
    kita belajar dari kesalahan orang lain,
    karena selain lebih cepat juga lebih murah.

    ReplyDelete
  17. susahnya waktu berjalan cepat sekali,
    tau-tau anak2 sudah gede2 dan sudah telat he3

    ReplyDelete