Tuesday, May 10, 2005

Kandy - Srilanka : Menu Eksotis Benny.


 


Kandy - Srilanka : Menu eksotis Benny.


Sebelum memasuki kota Kandy, yang dalam brosur wisata disebut
sebagai salah satu dari The Most Beautiful City in the World,
kami mampir dulu di sebuah Spice Garden.


Mula-mula kami diajak jalan kaki keliling kebun yang banyak
ditumbuhi macam2 pohon (yang sebenarnya juga ada di Indonesia),
antara lain Cacao, pohon bahan bumbu kari, Gandapura.


Dan seperti sudah diduga, ujung2nya kami ditawari beli obat2-an
dari bahan tanaman itu, mulai dari :
Obat pemutih gigi - Obat rontokin rambut (Banana cream katanya) -
Obat varices - Obat yang merupakan Viagra-nya Srilanka -
sampai Obat Anti Ngorok !!
(cara pakainya : dua tetes dioleskan di dahi !!).


Akhirnya kami memasuki kota Kandy yang berada diketinggian
480 meter dpl.
Mula2 melewati bagian kota yang ramai dan sampai kesebuah
danau yang berada dipusat kota, lalu bus mendaki bukit untuk
makan siang disatu restoran dengan view terbuka kearah danau.


Kandy mungkin dahulu memang bagus dengan danau yang
menjadi titik sentral, dan dikelilingi bukit penuh pohon2 yang
diselingi rumah2 kuno.
Cuma sekarang kelihatannya sudah terlalu banyak rumah sehingga
tidak lagi terlihat asri.


Didalam Bus saat kembali menuju pusat kota Kandy ,
Benny - teman baru kami yang asal Pontianak tertarik melihat
dipinggir jalan banyak monyet liar berkeliaran dan dia bertanya :
Kok banyak monyet disini, kenapa engga ditangkap ? -
orang disini engga suka makan monyet ya ??


Dia duduk didekat saya, karena dia engga bisa berbahasa
Inggris, maka pertanyaannya saya teruskan ke si Candra
(local guide kami orang Sinhala ) :
Candra, orang disini engga suka makan monyet ?


Candra dengan muka keheranan, menjawab :
Tentu tidak dong, itu kan sama aja makan daging manusia !!.
Lalu saya terangkan bahwa di Kalimantan, si Benny suka berburu
menembak, dan memakan daging monyet hasil buruannya itu.
Tampak muka Candra penuh keheranan dan ngeri, dia memandang
kearah Benny, dan di iyakan oleh Benny.


Lalu saya tanya Benny :
Ben kamu pernah makan ular engga ?
Oh iya, enak kok !
Candra !!, si Benny di Pontianak sana suka makan ular juga tuh !
Haaaah ??-  tampak air muka Candra penuh takjub campur ngeri.


Lalu keluarlah perbendaharaan menu makanan eksotis si Benny
seperti biawak - keong dan lain-lain.


Mendengar begitu beragamnya menu si Benny,
Candra benar-benar terpesona, dia tampak termenung berat,
tidak bisa berkata-kata.


Terakhir saya tanya : Ben, kalau anjing gimana ?
Oh iya, pernah juga, enak lho !!
Nah, Candraaa !!, si Benny pernah makan anjing juga tuh !!.


Candra benar-benar K.O., lalu sambil meringis ngeri dia bilang :
Coba tanyain sama si Benny,
binatang apa yang engga dia makan ??


Ramai dah semua tertawa ter-bahak2, dan tambah ramai lagi
setelah seorang teman menambahkan :


Candra !!, kapan-kapan kalau kamu datang ke Kalimantan,
kamu juga bisa dimakan sama si Benny !!

No comments:

Post a Comment