Sunday, October 11, 2009

Halal Bihalal Komunitas Jalansutra dirumah pak Bondan Winarno




Minggu siang, 11 Oktober 2009 jam 11.00 sekitar 60-an anggota
milis Jalansutra yang telah mendaftar dan mendapat "tiket" masuk
dari Ketupat (Ketua panitia) Halal Bihalal yaitu Neng Cindy Cereth,
telah berdatangan di Sentul City, yaitu di kediaman Kepala Suku -
pak Bondan Winarno & bu Yvonne.

Kali ini menu utama adalah ketupat Babanci, teman2 lainnya juga
bawa beraneka makanan/minuman untuk dinikmati bersama.
Saya seperti biasa membawa Opak Bakar Karamel dan Kue Doko
khas Tangerang yang kebetulan memang cuma bisa didapat di
Pasar Lama hanya pada hari Minggu.

Seperti biasa pula, walau sebagian anggota ada yang baru pernah ikut
pertemuan Jalansutra seperti itu, tidak ada sekat antara muka2 baru
dengan muka2 lama, langsung ngobrol akrab seakan sudah kenal lama.
Saat ambil makanan juga relax saja, pokoknya siapa yang malu2 akan
rugi sendiri. Sekian kali bolak balik ke-meja makanan juga tidak ada
yang larang, wong hampir semua gitu koq.

Tidak terasa lebih dari dua jam makan minum sambil ngobrol kesana -
kemari, saat waktunya pulang, seperti biasa semua membantu bebenah
agar rumah yang asri itu kembali bersih seperti semula.
Makanan juga tidak ditinggal begitu saja, tapi dibungkus kembali dan
dibawa oleh yang berminat.

Sebagian teman malah pintong (pindah tempat nongkrong), yaitu menuju
Umaku, rumah makan Jepang di Cibubur - sayang saya bertiga dengan istri
dan Ratna tidak bisa ikutan karena sore hari ada dua kondangan.






Wednesday, October 7, 2009

Naik si Bongsor ke Paris.


Menjelang tengah malam, Sabtu 19 September 2009, terminal 3 Changi Airport Singapore,
tibalah saatnya boarding, kami berjalan dilorong aerobridge dan sekilas tampak dari
jendela kaca moncong si-Bongsor yang sebentar lagi akan membawa kami ke Paris,
berarti akan terbang nonstop sejauh 11271 Km selama lebih dari 12 jam..
Pesawat gendut dengan panjang  72,7 meter dan rentang sayap 79,8 meter itu salah
satu dari sembilan buah A-380-800 milik Singapore Airlines.
Kabarnya SQ sedang pesan 10 buah lagi, memang kalah jauh dibanding Emirates
yang pesan sampai 41 buah.

Pesawat dengan berat kosong 280 ton ini, jendelanya ada 220 buah dan rodanya 22
buah (empat buah lebih banyak dari B747), bisa terbang sejauh 15,200 km pada
cruising speed Mach 0.85 (900 km/jam), artinya bisa nonstop terbang HongKong-
NewYork.

Ini untuk pertama kalinya saya naik pesawat penumpang double decker terbesar didunia.
Memang Megatop B747-400 juga punya dua lantai tapi bagian depannya saja,
sedangkan Super Jumbo ini full dari depan sampai ke ekornya.
Sayangnya saat nerima boarding pass tertera Main Deck, bukan upper deck, berarti
pupus kesempatan merasakan duduk dilantai atas yang kabarnya lebih nyaman.
Maklumlah namanya juga beli tiket economy class, mesti pasrah ditaruh dimana saja.

Memasuki kabin pesawat, awalnya serasa masuk Jumbo Jet biasa, tapi pengaturan
baris kursi didalam Super Jumbo milik SQ ini agak lain.
Tiap deret kursinya memang dalam jumlah lazim yaitu 10 buah, posisi juga biasa yaitu
3 - 4 - 3, tapi hanya deret kursi pinggir kiri kanan yang sejajar, empat kursi tengah
tidak sejajar dengan yang pinggir. Pengaturan ini membuat kabin terasa lebih lega,
apalagi walau bisa memuat sampai 800 kursi, dalam pesawat ini hanya 471 saja.

Tidak lama kami siap take-off, suara mesin halus walau kami duduk dekat sayap,
kebisingan dalam kabin kabarnya terendah dibanding pesawat pendahulunya,
begitu tenang sehingga bisa mengurangi kepenatan penumpang secara signifikan.
Bising didalam kabin A380 konon hanya setengah B747, dan tekanan udara dibuat
seakan berada di ketinggian 1524 meter ketimbang 2438 meter pada B747,
sehingga bisa mengurangi efek kelelahan dalam penerbangan jauh.
Udara didalam kabin juga di recycled tiap tiga menit agar udara tetap fresh, ini
membuat penumpang merasa segar sepanjang dan setelah penerbangan.

Pesawat mulai berlari, awalnya heran juga karena suara rodanya koq gerudugan,
dan terasa bergetar, larinya juga lama banget sebelum bisa lepas dari landasan,
barangkali pesawat ini saat itu sedang gendut2nya yang berat maksimal take-off
bisa sampai 560 ton.

Saya lihat semua seat terisi penumpang, tapi jumlah toilet juga memadai - dalam
satu kompartemen saja ada 5 buah.
Kursi juga nyaman empuk, dan tiap belakang sandaran kursi ada layar monitornya,
sehingga bisa betah nonton begitu beragam film maupun airflight moving map.

Sekitar jam 01.30 waktu Singapore, diedarkan supper yang main course-nya bisa
pilih antara Beef fillet with rosemary sauce, roasted assorted vegetables and gratin
potato atau Kung po style chicken with fried rice and chinese greens.
Seperti biasa kami berdua nggak ambil pusing - ambil saja makanan berbeda,
karena selain nggak ngerti kayak apa makanan itu juga agar masih bisa makan
kalau ada yang nggak cocok.
Setiap penumpang juga mendapat tas kecil bertuliskan Givenchy, isinya kaus kaki
penahan udara dingin dan sikat gigi + odol.

Selesai makan, lampu mulai dipadamkan dengan "sopan" karena meredupnya
begitu pelan2, didalam toilet juga lampu nyala padamnya sopan begitu - pelan2.

Setelah breakfast, sekitar jam 6.30 waktu Paris, pesawat mendarat dengan keras
serasa dibanting saja, sampai kami agak terlonjak.

Turun dari pesawat, ternyata memang pengaturannya sudah baik, kami lancar
diarahkan ke berbagai gate imigrasi, pemeriksaan juga cepat saja, main ceplok
saja visa Schengen kami yang di apply di kedutaan Spain.

Jadi inget sms2-an dengan bu Ole beberapa hari sebelum berangkat,
pemosting pertama di milis Jalansutra ini bilang bahwa kalau naik A380 di economy-
class mah bakalannya sama aja rasanya seperti naik pesawat Jumbo lain.

Memang sih di SuperJumbo SQ ini bukan saja ada Business dan First Class,
tapi juga ada Suite Class yang duduknya seakan didalam sebuah kamar saja.
Tapi bu Ole saya tuh takutnya double kalau duduknya disana.
Pertama adalah takut bangkrut dan yang kedua takutnya lebih parah lagi, yaitu:
Takut betah nggak mau turun padahal pesawat-nya udah nyampe - he3.


Tuesday, October 6, 2009

Joke : Hubungan etnis dengan alat vital pria.



Tadi siang sekitar jam 12, saat berkendara dan mendengarkan Delta FM,
terdengar obrolan asyik Shahnaz Haque dan Gilang Pambudi.
Shahnaz cerita gini :

Saat memasuki pesawat terbang, seorang cowok girang banget
melihat disebelah kursinya duduk seorang gadis manis.

Tapi sekian lama si cantik itu cuek saja asyik baca buku.
Tidak tahan lagi, si-cowok membuka pembicaraan :

Lagi belajar ? mau ujian yah ?
Oh tidak, lagi Penelitian !
O-o !

Si Cewek asyik baca lagi, nggak nahan si Cowok ngomong lagi :

Penelitiannya mengenai apa ?.
Tentang hubungan Etnis dengan Alat Vital Pria !
O-o-o ??!!

Nggak nahan penasaran, nanya lagi :
Apa udah ada hasilnya penelitian-nya ?

Udah, ternyata alat vital cowok Bali bagus-bagus, ini rupanya disebabkan
orang disana ahli dalam soal pahat-memahat.

Kalau cowok Batak besar-besar, rupanya karena terbiasa kalau berbicara
suaranya keras, maka aliran darah di alat vital mengalir dengan lancar.

Kalau cowok Sunda panjang-panjang, ini rupanya karena kebiasaan pake sarung.

Mendadak si cewek inget - eh iya kita belum kenalan nih, nama saya Lisa !

Si Cowok nyaut, perkenalkan saya   I GEDE CECEP SITUMORANG.  


Monday, September 14, 2009

Joke : The Final Test.


Twelve priests were about to be ordained.

The final test was for them to line up in a straight row, totally nude, in a garden
while a sexy, beautiful, big breasted, nude model danced before them.

Each priest had a small bell attached to his weenie and they were told that anyone
whose bell rang when she danced in front of them would not be ordained because
he had not reached a state of spiritual purity.

The beautiful model danced before the first candidate, with no reaction.

She proceeded down the line with the same response from all the priests until she
got to the final priest, Carlos.

Poor Carlos........... As she danced, his bell began to ring so loudly that it flew off,
clattering across the ground. 

Carlos, extremely embarrassed bent over to pick it up. 

and that's when all the other bells started to ring...........
 

Saturday, September 12, 2009

joke : "After all he is YOUR son!!!"



One day Kyle's dad brought home a robot.
The robot was special in that it could detect a lie and  would slap
the person who lied on the face.

Kyle returned late from school that day and his dad asked him,
"Son why are you late from school?"
Kyle answered, "Dad, we had extra classes today".
Much to his astonishment the robot jumped up and slapped Kyle
on his face.

His dad told him, "Son this robot is special in that it can detect
a Lie and will then slap the person who lied.
Now come on tell me the truth. Why are you late?"
"Dad, I went to a movie"

"Which movie?"
"The Ten Commandments"
Immediately, Kyle got a slap on the face from the robot.
"Sorry Dad, I went to see the movie Sex Queen".

"Shame on you son, when I was your age I never watched obscene
movies or misbehaved"
Immediately, the dad gets a tight slap on the face from the robot.

Hearing the last sentence, Kyle's mother comes walking out of the
kitchen and sarcastically says to her husband,
"After all he is YOUR son!!!" 

To which the robot steps up and gives Kyle's mother a resounding
slap on her face!


Wednesday, September 9, 2009

Writing event di Multiply dengan tema Traveling With Family.

Man-temans,

Kemarin saya habis ngintip :
http://srisariningdiyah.multiply.com/journal/item/578

Rupanya pemilik blog di Multiply itu sedang mengadakan
writing event dengan tema Traveling With Family, jadi diadakan
semacam lomba menulis bertema Jalan-jalan bareng keluarga.
Ini bukan saja kegiatan yang menarik sekali tapi juga bermanfaat
karena mengenalkan potensi pariwisata Indonesia.

Ternyata sudah sampai taraf final, ada 18 finalis dan ternyata
di nomer 8 ada : http://ibujempol.multiply.com/journal/item/201

Ibu Jempol alias Julia Guerre ( Jempol itu pelesetan dari Jean Paul-
nama suami Julia) adalah Mper yang bermukim di Toulouse France.
Julia menulis perjalanan backpacker nya bersama dua putri
ciliknya ke Bukittinggi.
Ceritanya menarik sekali karena kedua putrinya yang terbiasa
dengan kehidupan di Perancis sana, dalam perjalanan itu sampai
dibawa masuk kampung menginap dirumah penduduk untuk tidur
dengan hanya beralas tikar yang digelar diruang tamu,
ini kutipan dari tulisannya :
Sejelek apapun kemungkinan yang kami hadapi, akan kami nikmati.
Kami bukan hanya sedang berlibur ke tempat baru, tapi kami juga
sedang belajar kehidupan.
Aku sedang mengajarkan sisi lain kehidupan yang tidak pernah
dialami kedua putriku.
Suatu pengalaman langka yang akan memperkaya bathin mereka.

Nah gitu sebagian tulisan bu Jempol, ayo simak ceritanya yang asyik,
dan vote dia agar bisa memenangkan lomba yang sedang seru2nya itu.