Sunday, January 18, 2009

Gara-gara SMS - Alaskan King Crab muncul.




Senin pagi, 5 Januari 2009 - melihat di Multiply ada notes bahwa
bung Sofyan ulang tahun, saya kirim SMS : Happy Birthday!

Tak lama Sofyan nilpon, bilang terima kasih dan ngajak makan bareng
dengan Richard. Kami bertiga teman lama - sejak tahun 1983 bertemu
"diudara", dulu kami breaker ORARI kelas berat - tukang begadang.

Sofyan punya empat buah restoran yang dinamai Dapur Sedap, dan
bukan kali ini saja saya dan Richard diundang makan, saat dua cabang
baru dibuka kami juga diundang makan disitu.

Nanti malam yah katanya, di Dapur Sedap yang didekat Siloam Hospital
Lippo Karawaci, istri saya nanti masak Kepiting Alaska, ini menu baru
yang belum ada dalam menu restoran imbuhnya.
Wah, saya nggak bisa - sudah "neken kontrak" dengan istri untuk setiap
Senin malam nganter dia nonton Beatles Night-nya Abadi Soesman di
Downtown Walk Sumarecon Mall Gading Serpong.
Sudah deh, anda dengan Richard saja saya bilang.

Seperti biasa, Sofyan tidak menyerah, dia "maksa" terus, akhirnya
sepakat Minggu siang, dan Sofyan bilang lagi : Ajak teman-teman yah!.
Oh gitu?, memang restoran Dapur Sedap disana muat berapa orang ?
50 orang sih muat, tapi enaknya 30 jawabnya.
OK dah kalo gitu, nah mulailah saya ngajak-ngajak.

Salah seorang teman yang saya ajak, cerita kalau pernah makan juga
Kepiting Alaska di Duck King Grand Indonesia, disana 2,5 juta/porsi !
Astaga, sa-gitu mahalnya ??
Waduuuh!, untung-lah saya baru ngajak empat pasang teman saja,
bisa "bangkrut" Sofyan kalau saya keburu ngajak banyak-banyak orang.
Dulu saat berada didalam Princess Cruise di Alaska, memang pernah
saya menikmati King Crab juga, tapi tidak tahu harganya karena sudah
termasuk dalam biaya cruise itu.

Rupanya yang membuatnya mahal, bukan cuma karena datang dari jauh,
tapi untuk mendapatkan Kepiting yang ditangkap di lepas pantai Alaska
hanya saat winter itu (antara Oktober - Januari) luar biasa sulit.

King Crab berada didasar laut Bering pada kedalaman sekitar 180 meter.
Cara nangkepnya sih selintas terlihat mudah, cukup dengan menurunkan
kerangkeng besi yang didalamnya ditaruh umpan berupa ikan Cod atau
Herring, dan dibiarkan berada didasar laut selama dua hari.
King Crab akan masuk kedalamnya, nanti kerangkeng tinggal dikerek
keatas pakai derek hidrolis.

Tapi itu berlangsung di Laut Bering, sebelah barat pantai Alaska atau
sekitar kepulauan Aleutian yang terkenal ganas, tentunya cuaca di
saat winter di daerah kutub luar biasa dingin.
http://www.fishex.com/galleries/maps/bering-sea.html

Pekerjaan sebagai nelayan pencari King Crab dikatakan bukan saja
suatu pekerjaan paling berbahaya di Amerika, juga didunia !!
Kasus kematian adalah 300 per 100.000, dan 80% karena tenggelam
atau terkena hypotermia.

Hanya kepiting jantan yang boleh diambil, menjual kepiting betina
adalah tindakan ilegal, ukuran yang boleh ditangkap juga tertentu.
Kepiting yang berhasil ditangkap, disimpan hidup-hidup dalam tangki
sampai kapal nelayan itu mencapai daratan untuk dijual.
Ini harus segera karena King Crab bersifat kanibal, dan kalau mati
bisa mengeluarkan toksin yang bisa membunuh kepiting lainnya.

Sehari sebelum hari H, saya SMS Sofyan lagi : kalau memungkinkan
King Crab-nya diperlihatkan dulu pada teman-teman, supaya seru.
OK katanya, no problem.
Eh tau-nya saat Minggu siang kami sampai di restoran, istri Sofyan
bilang kalau suaminya sedang ke Bandara Soekarno Hatta -
ambil kepiting hidup katanya.
Astaga, rupanya karena kepiting yang sudah ada di restonya sudah
frozen, maka dia beli lagi yang masih hidup untuk diperlihatkan itu.
Ampun dah, nyiksa orang bener dah saya ini.

Teman2 berdatangan, termasuk pak Kristanto dan istri yang pernah
berkunjung ke seluruh negara yang ada diatas muka bumi, cerita
tentang itu ada di Intisari Januari halaman 118.
Sofyan muncul, betul saja membawa se-ekor King Crab hidup
warna kemerahan, berukuran besar yang sungguh menarik perhatian.
Diperkirakan beratnya mencapai dua kilo, diameter batoknya sekitar
20 cm dan rentang capitnya hampir semeter.

Sofyan rupanya tidak tanggung-tanggung siang itu, selain dua ekor
King Crab yang dimasak dengan racikan bumbu mirip saus Padang
hasil coba-coba istrinya, juga muncul berbagai masakan lainnya.
Termasuk tumis bunga Pepaya dan Pare, Kerang Bambu, juga menu
andalan resto Dapur Sedap yaitu Kerapu Tim Asam Manis, nasinya
juga spesial yaitu Nasi Kastrol Teri Medan yang unik.

Karuan dah, bukan saja King Crab yang memang dagingnya terasa
manis gurih berserat itu, juga makanan lainnya yang enak-enak
itu membuat para tamu tidak malu-malu bolak-balik ambil lagi -
ambil lagi makanan yang disajikan.

Bung Sofyan, kalau anda lihat tulisan ini, ngomong-ngomong kapan
istri anda ulang-tahun ?, saya mau kirim SMS lagi neeeh, he he.

Restoran Dapur Sedap:
1. Jalan Taman Permata, Ruko New Asia No: 100.
Lippo Karawaci Barat - Tangerang.
Telpon: 021-59494053.
2. Espana Food Corner.
Jln. Kalimantan Raya, Lippo Karawaci Utara -Tangerang.
3. Rest Area Tol Jakarta-Cikampek Km. 19 Lantai Dua.
Jati Mulya Bekasi. Telpon: 021-88357813.
4. Rest Area Jakarta-Tangerang Km 13,5 (Palm Square)
Karang Tengah Tangerang. Telpon: 021-73448112.

Segera dibuka :
5. Rest Area Tol Jakarta - Bandung Km 72 - Sadang
6. Ruko Veronez, Jln.Kelapa Puan Blok CA 24/01
Sektor 10 Gading Serpong.
Telpon : 021-54203292, 021-54203349.

Saturday, December 13, 2008

Ayo ber-NPWP dan ber-Sunset Policy - ria





Kemarin di perempatan Sukasari/didepan Puskesmas Sukasari
saat menunggu lampu lalu lintas yang sedang menyala merah,
terlihat ada sekelompok pemuda pemudi yang berdiri dibawah
fly-over sambil membentangkan spanduk.
Awalnya dikira mahasiswa yang sedang demo atau kampanye
anti narkoba, ternyata bukan - mereka membentangkan spanduk
yang bertuliskan himbauan untuk membuat NPWP bagi yang
belum memilikinya dan ajakan memanfaatkan Sunset Policy -
yang akan berakhir pada tanggal 31 Desember mendatang.

Soal NPWP, sejak jaman "kuda gigit besi" saya sudah punya -
karena PNS otomatis dapat NPWP, tapi soal Sunset Policy
adalah hal yang baru dan cuma sekali diadakan.

Program Sunset Policy ini sedang gencar disosialisasikan, dan
muncul pula kursus2 singkat yang memberikan pencerahan bagi
orang yang masih belum mengerti apa itu NPWP/Sunset Policy.

Kebetulan sore tadi saya mendapatkan brosur salah satu kursus
perpajakan tersebut, barangkali ada yang berminat hadir.

Wednesday, December 3, 2008

Mohon bantuan untuk masalah di MP bu Inggil S Goendono

Man temans,

Saya baru saja dapat e-mail dari bu Inggil (inggil@satucitra.com),
rupanya ada gangguan di Multiplynya  (http://inggil.multiply.com/).

Mohon bantuan teman2 bagaimana cara mengatasi masalahnya,
dibawah ini e-mail bu Inggil :

===============================================
Dok Sindhi yb,
mau konsul dok..
ada yang ga beres di MP saya nih..
 
Saya memang tidak secara berkala mengisi MP saya.
Suatu hari, di mid November kok MP saya ter pampang tulisan
bahwa MP saya ada di Bucket photo / deleted..
wuah.. sedih saya...
mohon saran, musti nya saya gimanain ya Dok..
secara itu bagian besar dari hidup saya terekam di sana, hik....s
 
salam,
inggil
================================================

Banyak terima kasih atas perhatian dan bantuan teman2,
silahkan bisa langsung japri ke bu Inggil.

salam
sindhiarta
 

Friday, November 28, 2008

Domain & DNS free / gratis

http://alvian.multiply.com/reviews/item/26
Alvian menulis :

Category: Computers & Electronics
Product Type: Other
Manufacturer: www.co.cc
Just like what i inform @ my link section. I've satisfy to use this domain & DNS provider. It's totaly free for my alvian.co.cc and it's so easy to forward my multiply to my name domain.

Seperti informsi di bagian link MP g. G puas banget pake penyedia domain & DNS ini. Betul2 gratis buat dapetin alvian.co.cc dan gampang lagi forward MP g kesitu. Beda sama penyedia domain lain yang rata2 udah bayar settingnya ngejelimet pula..kekeke...

Mudah2an selamanya gratis. Dan mudah2an temen2 lain beruntung bisa mendapatkan nama.co.cc nya secara gratis..

Note:
Mengikuti petunjuk sdr.Alvian diatas itu, saya bisa membuat:
www.sindhiarta.co.cc
silahkan mencoba membuatnya pula atau iseng2 masuk ke
www.sindhiarta.co.cc (akan langsung menuju ke MP saya)

Wednesday, November 26, 2008

Sarajevo – Seabad tiga kali memukau Dunia.




Sarajevo – Kota yang dalam seabad tiga kali memukau dunia.


Terbenam dipelukan pegunungan Alpen Dinaric yang membujur sepanjang
Balkan Peninsula, mestinya kota Sarajevo dengan luas hanya seperlima
Jakarta tidak banyak menarik perhatian dunia, tapi nyatanya ibukota
Bosnia-Herzegovina ini malah sampai tiga kali menyedot perhatian dunia.

Pertama tahun 1914, saat putra mahkota kerajaan Austria-Hungary dibunuh
ditengah kota Sarajevo, kejadian inilah yang menjadi pemicu meletusnya
Perang Dunia Pertama .
Persis 70 tahun kemudian ketika masih tergabung dalam negara Yugoslavia,
Sarajevo berkilau menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin ke XIV.
Hebatnya - inilah satu2nya kota dari negara komunis yang bisa menjadi
tuan rumah perhelatan akbar tingkat dunia itu.

Terakhir antara tahun 1992-1995, dunia terpukau ngeri melihat pengepungan
disertai bombardemen kejam atas Sarajevo. Inilah pengepungan kota terlama
dalam sejarah perang modern, dengan korban 11.000 penduduk tewas.
Tapi begitu terjadi perdamaian turis langsung berdatangan ke Sarajevo,
karena tertarik aspek sejarah, agama dan kultural-nya yang bernilai tinggi.
Antara tahun 1995 - 2000 tercatat peningkatan kedatangan turis ke Bosnia
mencapai 24 % per tahun.

Lonely Planet, "kitab sucinya" pelancong dunia, tahun 2006 menerbitkan
buku tentang 200 kota yang paling diminati para turis, judulnya :
The Cities Book, A Journey Through The Best Cities In The World.
Dalam buku itu memang Sarajevo diurutan 43, bukan di puncak yang
diduduki Paris, juga jauh dibawah Bangkok (nomer 8 - top rank se Asia),
tapi bisa mengalahkan Dubrovnik - kota wisata cantik ditepian Adriatik
yang berada di ranking 59.

Pagi hari tanggal 27 Oktober 2006 kami meninggalkan Beograd menuju
Sarajevo, menjelang tengah hari tiba di border Serbia – Bosnia.
Perasaan mulai tegang maklum akan segera memasuki wilayah yang
pernah menjadi ajang perang saudara yang begitu ber-darah2.
Petugas cewek Imigrasi Serbia naik ke bus dan langsung menyetempel
paspor kami, lalu bus boleh melewati jembatan sungai Drina yang menjadi
batas alami wilayah kedua negara itu.
Di wilayah Bosnia, paspor dikumpulkan dan kami harus tetap duduk di-
dalam bus, keruan jadi makin tegang.
Akhirnya beres juga, bus kami bergerak lagi tapi tak lama berhenti lagi
karena sudah tiba Hotel Vidikovac untuk makan siang.
Dari restoran hotel yang terletak di lereng gunung itu, dibawah tampak
danau yang airnya berwarna hijau, disebrangnya tampak rumah-rumah
beratapkan genteng merah diantara padang rumput hijau – cantik sekali.
Sulit dibayangkan kalau dinegeri yang indah dan terasa begitu damai ini
bisa terjadi perang saudara yang begitu kejam.

Menjelang sore kami memasuki kota Sarajevo dan langsung menuju
ke Stari Grad, inilah bagian kota tua yang paling diminati para turis.
Kalau sisi timur Stari Grad banyak bangunan dengan pengaruh Ottoman,
maka sisi baratnya penuh bangunan dengan arsitektur dan pengaruh budaya
yang diterima dari Austria-Hungary.
Maka Stari Grad menarik sekali karena disitulah barat dan timur berpadu.
Kami diturunkan di Bascarsija, pasar kuno ini bagian Stari Grad yang
merupakan awal kota Sarajevo yang dibangun oleh penguasa Ottoman
pada abad ke 15.
Rencananya kami dengan berjalan kaki mengunjungi berbagai bangunan
kuno dan bersejarah disana, termasuk tempat ditembaknya putra mahkota
kerajaan Austria-Hungary seratus tahun yang lampau itu.

Bersama banyak pejalan kaki kami menelusuri lorong-lorong kuno dari
Bascarjica yang beralaskan batu. Setelah melewati toko-toko souvenir
yang memagari pedestrian itu, tibalah kami di Beg's Mosque, salah satu
dari 200 mesjid yang ada di Sarajevo.
Beg’s Mosque menampilkan ciri indah arsitektur Ottoman, dibangun
tahun 1531 oleh arsitek terkenal, Mimar Sinan.
Di sisi barat Stari Grad, kami melewati simbol kota Sarajevo yaitu
Cathedral of Jesus' Heart yang terlihat terang benderang disinari lampu.
Inilah katedral terbesar di Bosnia yang dikenal pula sebagai Katedral
Sarajevo, selesai dibangun tahun 1889, dengan mengambil model
Notre-Dame Paris, bergaya Neo-Gothic dan arsitektur Romania.

Pada tanggal 28 Juni 1914, Archduke Franz Ferdinand, putra mahkota
kerajaan Austria-Hungary beserta Sophie istrinya berkendara memakai
mobil terbuka di Sarajevo.
Young Bosnia, organisasi yang ingin Bosnia merdeka dari kerajaan
Austria-Hungary, berniat membunuh sang putra mahkota.
Sebuah granat dilemparkan kedalam mobil tapi luput/melenting dan
meledak ditepi jalan, mengakibatkan banyak pejalan kaki terluka.
Pangeran yang tidak cedera ini segera diselamatkan ke City Hall, tapi
bukannya segera meninggalkan kota malah berkeras ingin menjenguk
para korban di Rumah Sakit, maka terjadilah berbagai kejadian apes
yang menimpa bukan saja pada pasangan itu, juga pada seluruh dunia.

Sopir mobil yang orang Ceko, salah mengerti perintah, didekat Latin
Bridge mengambil arah yang salah yaitu membelok ke jalan sempit –
ini apes yang pertama. Saat mencoba berbalik arah di jalan sempit itu,
mendadak mobil itu mogok – apes kedua.
Puncak apesnya - Gavrilo Princip, anggota tim pembunuh sedang
berada disitu, dua tembakan pistol dilepaskannya, satu peluru nyasar
mengenai lambung Sophie yang sedang hamil besar, satu lagi tepat
kena leher Franz Ferdinand.
Para staf berusaha menghentikan perdarahan, tapi upaya melepaskan
baju Pangeran ini sangat sulit - harus memakai gunting, rupanya dalam
upaya ingin terlihat ramping, ia memakai baju yang dijahit ketat.
Akibatnya pertolongan terlambat, dalam beberapa menit keduanya tewas.

Kerajaan Austria-Hungary murka, Serbia langsung di ultimatum dan
laksana bola salju yang bergulir, cepat sekali insiden ini berkembang
menjadi perang terbuka yang sangat dahsyat.
Sekutu yang dipimpin Perancis, Rusia, Inggris, dan belakangan ikut
pula Italy dan Amerika Serikat, melawan Central Power yang terdiri
Kerajaan Austria-Hungary, Jerman, Bulgaria dan Kerajaan Ottoman.
Perang Dunia I ini adalah perang besar dengan jutaan orang tewas.

Kami semua berdiri terpaku di trotoar sebuah jalan sempit Stari Grad -
persis di lokasi penembakan, memperhatikan prasasti berupa papan
marmer pada tembok gedung, yang bertuliskan bahwa disitulah
Gavrilo Princip menembak sang Pangeran.
Terbersit juga rasa haru, bukan saja karena sedang berada ditempat
terjadinya pembunuhan, juga karena teringat bahwa dari kejadian di
titik tempat kami berdiri itulah berawal Perang Besar yang berakibat
jutaan jiwa anak manusia melayang sia-sia.

Malam hari kami menginap di Holiday Inn, hotel berwarna kuning ini
adalah satu2nya bangunan didalam kota Sarajevo yang utuh, sama sekali
tidak ditembaki pasukan musuh saat perang Bosnia.
Rupanya karena wartawan dari seluruh dunia menginapnya disitu .
Kami terpana melihat sekeliling hotel, dimana-mana terlihat gedung
yang rusak atau hangus terbakar, setidaknya dindingnya berlubang
besar kecil bekas kena tembakan meriam atau peluru senapan.

Pengepungan empat tahun atas Sarajevo yang menghebohkan dunia,
berawal tanggal 2 Mei 1992, akibat jalan-jalan utama ditutup maka
pasokan makanan/obat2an/air bersih/ listrik dan gas terputus.
General Ratko Mladic, komandan pasukan musuh yang memblokade
Sarajevo, dilaporkan memerintahkan :
'Shoot at slow intervals until I order you to stop.
Shell them until they can't sleep,
don't stop until they are on the edge of madness'.
Memang selama blokade, rata2 per hari datang 329 tembakan meriam/
mortir, dengan rekor 3.777 tembakan pada tanggal 22 July 1993.
Maka September 1993 nyaris semua bangunan sudah terkena tembakan
dengan berbagai derajat kerusakan.
Tercatat 35.000 bangunan hancur total, boleh dikata kota bersejarah
berusia 600 tahun itu hancur lebur, korban banyak sekali, dilaporkan
10.500 penduduk Sarajevo tewas dan 50.000 terluka.

Berada di lembah yang dikelilingi pebukitan, membuat Sarajevo mudah
diblokade musuh yang mengambil posisi dipebukitan sekeliling lembah.
Tapi lingkaran blokade yang nyaris menjadi satu lingkaran penuh itu
terputus di satu lokasi karena adanya airport yang dikuasai pasukan PBB.
Dibawah landasan pacu itulah pejuang Sarajevo membuat Tunnel of Hope,
terowongan bawah tanah sepanjang 800 meter yang melintas dibawah
landasan pacu airport pasukan PBB itu.
Berkat adanya terowongan rahasia yang menghubungkan kota Sarajevo
dengan wilayah bebas diluar lingkaran blokade, membuat penduduk
Sarajevo sanggup bertahan selama empat tahun pengepungan itu.

Esok harinya, kami mengunjungi salah satu ujung Tunnel of Hope, yang
berada didalam garasi rumah seorang petani sedikit diluar kota Sarajevo.
Rumah itu persis berada ditepi landasan airport PBB, seperti kebanyakan
rumah lainnya di desa itu, dindingnya berhiaskan lubang peluru.
Didalam rumah berlantai dua yang kini dijadikan museum itu, dipamerkan
berbagai alat sederhana seperti sekop dan pacul yang dulu digunakan untuk
menggali terowongan berukuran tinggi 1,5 meter dan lebar 1 meter.
Diputarkan film dokumenter tentang kegiatan penggalian terowongan,
saat sudah bisa dipergunakan, dan juga tentang pertempuran seru waktu itu.

Tanggal 28 Maret 1993, kegiatan penggalian dimulai dari dua arah, dan
tanggal 30 Juli 1993 sekitar jam 21, pekerja dari dua arah itu bisa saling
menempelkan telapak tangan.
Maka berbagai barang seperti makanan, rokok, minyak, obat2an, senjata,
dan juga orang yang terluka bisa disebrangkan dengan cara digendong.
Belakangan dipasang lori sederhana, maka bisa gerak lebih cepat, tapi tetap
harus dengan perjuangan karena dibeberapa lokasi terowongan membelok,
atau menurun ke kedalaman sampai 5 meter dibawah permukaan tanah.
Melalui terowongan sempit itu orang tidak bisa jalan berlawanan arah,
harus bergantian.
Dalam sehari bisa lewat sekitar 4000 orang serta 20 ton barang/perbekalan..

Terowongan kini telah runtuh, hanya tersisa sekitar 20 meter, kami boleh
berjalan memasukinya sambil agak merunduk karena atapnya rendah.
Ujung terowongan memang dekat sekali dengan pagar bandara, dan
dari situ kami bisa melihat kota Sarajevo diseberang landasan.
Sejarah telah mencatat berkat tunnel sederhana yang dibuat dengan tangan
inilah jiwa 300 ribu penduduk Sarajevo bisa terselamatkan..

Perang telah usai, bangunan hancur tentu bisa dengan cepat dibangun lagi,
tetapi tentunya luka batin perlu waktu yang panjang untuk sembuh.
Sejarah memang seringkali begitu pahit, tapi kehidupan harus tetap berjalan,
termasuk menjaga jangan sampai timbul konflik baru, karena sejarah juga
mencatat kalau perang selalu membawa nestapa.
Menang jadi arang – kalah jadi abu.


Cerita Perjalanan ini telah dimuat di majalah Intisari Oktober 2008.

Friday, November 14, 2008

jokes : Tidak Bau dan tidak Bunyi.



Seorang wanita masuk ruang praktek dokter,
langsung nyerocos :
Dok, saya punya masalah dengan perut saya,
sering banget buang angin - dalam sejam bisa
sampai belasan kali, tapi saya bersyukur sekali
selain tidak bunyi juga samasekali tidak bau.
Nah tuh - maaf ya Dok, disini saja tiga kali saya
buang angin tuh.
Untung nggak kedengeran dan nggak bau nih Dok.
 
Dokternya, langsung nulis resep, dan bilang :
Tebus obat di Apotik - minum obatnya !!.
 
Sekian hari kemudian, pasien itu muncul lagi :
Dok, koq minum obat dari dokter malah sekarang
kentut saya jadi bau banget, kenapa gitu sih.
Tapi untungnya masih tetap nggak bunyi Dok!.
 
Si Dokter langsung nulis resep lagi dan kali ini
bilang : Sekarang minum ini - obat Budeg !.


Wednesday, November 5, 2008

Indonesia Geographic

http://ebbie.multiply.com/

Ebbie Ebony, menulis :

Aku 3 tahun ini sengaja nganggur...
Kerjanya cuma keliling Indonesia buat motret keliling..
Mau bikin buku tentang Indonesia.. Semacam guide book begitu..
80% isinya foto destinations dari Aceh sampai Papua, 33 provinsi lengkap.

Target 2 tahun ternyata ga cukup maklum semuanya sendiri..
2 bulan lewat baru selesai hunting semuanya sejak dimulai dari pertengahan 2005..
hampir semua sudut Indonesia aku datangin.. 1000 objek mungkin lebih..

Aku cuma bisa sedikit berbagi disini untuk menunjukan betapa Indonesia tercinta
alam dan budayanya tak kalah dengan negri-negeri lainnya di dunia ini.
Dan sedikit berharap orang-orang Indonesia akan lebih mencintai negeri ini..
Juga wisatawan asingpun tertarik untuk datang.. Semoga.....

Di Multiply ini saja mungkin cuma 5% dari seluruh koleksi fotoku..

Ini hanya sekedar apresiasi tentang Indonesia yang sangat kaya akan budaya
dan objek wisata tapi tidak dikembangkan secara maksimal oleh pemerintah...

Ebbie Ebony.
Jogya-Jakarta-Palembang