Sesama sopir bus kota Jakarta dilarang saling mendahului,
tapi kalau anggota milis Jalansutra, malah beda:
Sesama JSers boleh saling "memprovokasi" !.
Dwikora Mariani - JSer Bandung, belum lama mengunjungi
The Green Forest, restoran yang berada di Jalan Sersan Bajuri
Bandung, tempatnya unik tulisnya di milis JS memprovokasi.
Maka pada hari Minggu 18 Mei 2008, saya dan istri dengan
diantar Nuke dan Wimpie, menuju restoran yang baru saja
buka 2 - 3 bulan yang lalu itu.
Lewat sms, Mariani menjelaskan : lokasinya Km 4 No:102,
kira-kira 50 mtr sebelum Graha Puspa kalo dari arah Ledeng.
Sebelah kanan jalan - isi sms berikutnya.
Jelas dah, karena kami sering ke Graha Puspa - perumahan
yang didalamnya ada Restoran Sapu Lidi yang terkenal itu.
Memasuki komplek yang hijau asri, turun dari kendaraan kami
sempat bingung cari yang mana pintu masuk menuju restoran,
karena hanya ada pintu kecil saja di pagar tempat parkir itu.
Setelah melewatinya, tampak lapangan rumput cukup luas,
dikiri ada bangunan utama restoran yang lumayan besar,
perabotan meja kursi dan interiornya bernuansa jadoel.
Halaman rumput yang luas itu sampai ke tepi jurang yang
cukup dalam, jadi pemandangan disitu cukup menarik.
Kami memilih tidak duduk didalam bangunan utama restoran,
tapi disalah satu dari sekian banyak saung yang berjejer.
Menu terlihat cukup bervariasi, mulai dari salad dan soup
seperti Hungarian Beef Goulash Soup yang dibandrol 22,5 ribu,
sampai ada pula "Siti" Beef Musle clear soup.
Main course-nya aneka steak, sate kambing, hamburger,
spaghetti sampai nasi goreng kambing/ayam/sea food.
Sesuai rekomendasi Mariani, kami memilih aneka ribs yang
dibandrol 45 ribu, dan Nuke pilih dessertnya Fried Banana -
Cheese roll with Caramel sauce Vanilla ice cream - 25 ribu.
Karena masih baru, restoran buka hanya Jumat-Sabtu-Minggu.
Makanan cepat datang, kebetulan saat itu tidak banyak tamu,
dan kami sependapat makanannya mirip Kampung Daun.
Saat makan itu ada seorang ibu menghampiri dan menyapa,
rupanya Ruth Tamzil de Fernandez, pengelola restoran tsb.
Siang itu di Kampung Daun juga sedang ada sambutsutra,
JSers Bandung Janti Purwadi Darmawan dan Heri Mulyadi
sedang mengajak makan siang Flona - JSer dari Singapore
yang datang bersama suaminya.
Maka kami menuju Kampung Daun yang berjarak hanya
sekitar 5 menit berkendara dari The Green Forest.
Di Kampung Daun, ternyata banyak sekali mobil memenuhi
tempat parkir, se-sore itu saya lihat ada beberapa grup tamu
yang masih harus antri.
Setelah bertemu dan sama-sama berjalan menelusuri jalan
setapak Kampung Daun yang asri di lembah sempit itu
sampai mentok di hulunya, maka kami saling berpamitan.
Sebelum meninggalkan Bandung, seperti biasa acara wajib
istri saya adalah mampir ke Mie Rica ! yang pedesnya bisa
bikin anak kecil kelenger.
Herannya walau dia bilang makan mie itu kayak ditabokin,
eh kalau ke Bandung pasti ngajak mampir kesitu lagi.
Untunglah kali ini tidak perlu jauh-jauh mencari sampai ke
Jalan Kejaksaan, karena sudah ada cabangnya di Paskal
yang lebih dekat dan tidak perlu pake acara ritual - rebutan
tempat duduk seperti di jalan Kejaksaan itu.
Tapi "penyakit" kalau makan di restoran cabang, suka-suka
terasa tidak se-asyik kalau makan yang di jalan Kejaksaan.
Disana padahal tempatnya rumah tua yang gir-lan (pinggir -
jalan) banget, sempit - duduknya sikut ketemu sikut, tapi
memang makan model sempit keringatan gitu yang seru.
The Green Forest.
Jl. Sersan Bajuri Km 4 No: 102.
Bandung 40154.
phone : (022)-2787884 dan 0811210867.
Ruth Tamzil de Fernandez (ruth_tamzil@yahoo.com).
Mie Rica Kejaksaan.
Jl.Kejaksaan No:7 Bandung.
Telpon: (022)-4231268.
Buka jam: 08.00-14.00. 16.30-20.00 (Use PORK).
Cabang:
Hyper Square Pasir Kaliki B-70.
Telpon: (022)-86060669.
Buka jam : 10.00-22.00. (NON Pork).