Monday, May 19, 2008

The Green Forest dan Mie Rica - Bandung.





Sesama sopir bus kota Jakarta dilarang saling mendahului,
tapi kalau anggota milis Jalansutra, malah beda:
Sesama JSers boleh saling "memprovokasi" !.

Dwikora Mariani - JSer Bandung, belum lama mengunjungi
The Green Forest, restoran yang berada di Jalan Sersan Bajuri
Bandung, tempatnya unik tulisnya di milis JS memprovokasi.
Maka pada hari Minggu 18 Mei 2008, saya dan istri dengan
diantar Nuke dan Wimpie, menuju restoran yang baru saja
buka 2 - 3 bulan yang lalu itu.

Lewat sms, Mariani menjelaskan : lokasinya Km 4 No:102,
kira-kira 50 mtr sebelum Graha Puspa kalo dari arah Ledeng.
Sebelah kanan jalan - isi sms berikutnya.
Jelas dah, karena kami sering ke Graha Puspa - perumahan
yang didalamnya ada Restoran Sapu Lidi yang terkenal itu.

Memasuki komplek yang hijau asri, turun dari kendaraan kami
sempat bingung cari yang mana pintu masuk menuju restoran,
karena hanya ada pintu kecil saja di pagar tempat parkir itu.
Setelah melewatinya, tampak lapangan rumput cukup luas,
dikiri ada bangunan utama restoran yang lumayan besar,
perabotan meja kursi dan interiornya bernuansa jadoel.
Halaman rumput yang luas itu sampai ke tepi jurang yang
cukup dalam, jadi pemandangan disitu cukup menarik.
Kami memilih tidak duduk didalam bangunan utama restoran,
tapi disalah satu dari sekian banyak saung yang berjejer.

Menu terlihat cukup bervariasi, mulai dari salad dan soup
seperti Hungarian Beef Goulash Soup yang dibandrol 22,5 ribu,
sampai ada pula "Siti" Beef Musle clear soup.
Main course-nya aneka steak, sate kambing, hamburger,
spaghetti sampai nasi goreng kambing/ayam/sea food.
Sesuai rekomendasi Mariani, kami memilih aneka ribs yang
dibandrol 45 ribu, dan Nuke pilih dessertnya Fried Banana -
Cheese roll with Caramel sauce Vanilla ice cream - 25 ribu.
Karena masih baru, restoran buka hanya Jumat-Sabtu-Minggu.
Makanan cepat datang, kebetulan saat itu tidak banyak tamu,
dan kami sependapat makanannya mirip Kampung Daun.
Saat makan itu ada seorang ibu menghampiri dan menyapa,
rupanya Ruth Tamzil de Fernandez, pengelola restoran tsb.

Siang itu di Kampung Daun juga sedang ada sambutsutra,
JSers Bandung Janti Purwadi Darmawan dan Heri Mulyadi
sedang mengajak makan siang Flona - JSer dari Singapore
yang datang bersama suaminya.
Maka kami menuju Kampung Daun yang berjarak hanya
sekitar 5 menit berkendara dari The Green Forest.

Di Kampung Daun, ternyata banyak sekali mobil memenuhi
tempat parkir, se-sore itu saya lihat ada beberapa grup tamu
yang masih harus antri.
Setelah bertemu dan sama-sama berjalan menelusuri jalan
setapak Kampung Daun yang asri di lembah sempit itu
sampai mentok di hulunya, maka kami saling berpamitan.

Sebelum meninggalkan Bandung, seperti biasa acara wajib
istri saya adalah mampir ke Mie Rica ! yang pedesnya bisa
bikin anak kecil kelenger.
Herannya walau dia bilang makan mie itu kayak ditabokin,
eh kalau ke Bandung pasti ngajak mampir kesitu lagi.
Untunglah kali ini tidak perlu jauh-jauh mencari sampai ke
Jalan Kejaksaan, karena sudah ada cabangnya di Paskal
yang lebih dekat dan tidak perlu pake acara ritual - rebutan
tempat duduk seperti di jalan Kejaksaan itu.

Tapi "penyakit" kalau makan di restoran cabang, suka-suka
terasa tidak se-asyik kalau makan yang di jalan Kejaksaan.
Disana padahal tempatnya rumah tua yang gir-lan (pinggir -
jalan) banget, sempit - duduknya sikut ketemu sikut, tapi
memang makan model sempit keringatan gitu yang seru.


The Green Forest.
Jl. Sersan Bajuri Km 4 No: 102.
Bandung 40154.
phone : (022)-2787884 dan 0811210867.
Ruth Tamzil de Fernandez (ruth_tamzil@yahoo.com).

Mie Rica Kejaksaan.
Jl.Kejaksaan No:7 Bandung.
Telpon: (022)-4231268.
Buka jam: 08.00-14.00. 16.30-20.00 (Use PORK).
Cabang:
Hyper Square Pasir Kaliki B-70.
Telpon: (022)-86060669.
Buka jam : 10.00-22.00. (NON Pork).

Thursday, May 15, 2008

Multiply dengan Sepuluh ribu-an rekan Contact.

 

Suatu hari di tahun 2008 di Multiply saya muncul invitation untuk

menjadi rekan Contact dari nama yang bikin bingung :
Nash Inc. - "Project BlueBlack" Singapore.

Terfikir ini proyek apaan sih ?, tadinya mau di tolak saja,
eh pas lihat di kolom View, rekan Contact nya :  5634 , fantastis banget.

Saya yang bisa mendapat seribuan rekan Contact saja rasanya sudah

buaaanyak banget, orang ini lima kali lipat !

Medio Nopember 2009 ini malah sudah mencapai angka 11.589 

Bagi yang mau lihat, ini Multiply nya :

http://nashncsi.multiply.com/

Wednesday, May 14, 2008

Bencana gempa di dekat JiuZhaiGuo-obyek wisata top di Sichuan China

 

Selasa 13 Mei 2008, teman istri saya menilpon bahwa dia batal
pergi ke JiuZhaiGuo - obyek wisata di China yang sedang nge-top,
karena airportnya tertutup, ini tentu akibat gempa bumi dahsyat
berkekuatan 7,8 scala Richter yang kemarin mengguncang
propinsi Sichuan - habitat Panda yang terkenal itu.
 
Wilayah ini memang rawan gempa, saat saya kesana tahun 2002
perjalanan antara Chengdu - JiuZhaiGuo masih lewat jalan darat
karena airport JiuZhaiGuo waktu itu belum jadi.
Menjelang malam hari, saat bus kami merayap di lereng
pegunungan batu yang tinggi terjal itu, terjadi longsor batu
se-besar2 kerbau yang total menutup jalan, hanya beberapa
menit saja sebelum bus kami tiba disitu.

 
Tidak jauh dari lokasi itu tanggal 25 Agustus 1933, jam 15.50
terjadi gempa maha-dahsyat berkekuatan 7,5 skala Richter.
Dalam beberapa menit saja kota ThieXi beserta 21 buah desa
suku bangsa Jiang (Ciang) hilang dari muka bumi.
Pusat kota yang berada dilereng pegunungan itu bergeser turun
sejauh 500 - 600 meter dan amblas masuk sungai, disusul
puncak gunung sekelilingnya ikut runtuh pula.
Dalam sekejap saja puluhan ribu jiwa penduduk kota itu tewas
terbenam karena amblas masuk ke sungai Ming, yang berubah
menjadi 11 buah danau antara lain danau ThieXi yang dalamnya
sampai 98 meter.
cerita dan foto di :
 
 
Hari ini saya lihat di peta, ternyata episentrum gempa di Sichuan
kemarin itu yaitu di kota WenChuan, yah letaknya memang tidak
jauh dari lokasi kota ThieXi itu.

 

Sunday, May 11, 2008

Peringatan Seabad Kiprah Dokter - Gerak Jalan Sehat.




Setiap kali memperingati Hari Kebangkitan Nasional,
tentu kita akan mengenang kiprah Dr. Wahidin Sudirohusodho
serta teman2nya. Berada ditengah masyarakat dan dengan
tulus merawat mengobati, dan menumbuhkan semangat untuk
lepas dari ketertindasan dan penjajahan, dan berjuang untuk
menjadi bangsa yang terhormat.
Pada 20 Mei 2008, akan memperingati seabad Kebangkitan
Nasional dan berarti memperingati seabad kiprah dokter pula.

IDI cabang Tangerang, mengadakan berbagai kegiatan untuk
memperingati Seabad Kiprah Dokter ini, mulai dari seminar2,
bakti sosial, pelayanan kesehatan sampai Gerak Jalan yang
diselenggarakan pada Minggu, 11 Mei 2008.

Pagi jam 06, para dokter anggota IDI Tangerang sudah mulai
berdatangan, yang akhirnya memenuhi kursi yang disediakan.
Setelah dibuka resmi oleh Bapak Wahidin Halim - Walikota
Tangerang dan pengibaran bendera start, mulailah berjalan
beriringan dengan gembira, cuaca mendukung - tidak hujan
maupun tidak terlalu terik.

Setiba kembali, diadakan berbagai acara keakraban dan musik
yang meramaikan lapangan parkir Pusat Pemerintahan Kota
Tangerang dimana acara berlangsung.

Thursday, May 8, 2008

SomeiYoshino dan Time Capsule di Osaka Castle.




SomeiYoshino, adalah varietas Sakura yang paling populer di
Jepang, bunganya nyaris putih bersih dengan sedikit bayangan
warna dadu muda.
Kalau sedang mekar-mekarnya maka terlihat mempesona,
pohon memutih dari atas sampai kebawah.
Sedangkan Shidarezakura atau weeping cherry, cabangnya
yang dipenuhi bunga berwarna pink berjuntai mendekati tanah,
seakan air terjun mini berwarna merah muda - cantik sekali.

Pohon Sakura bisa ditemui dimana-mana di Jepang, tapi tentu
sangat menarik kalau terlihat dalam jumlah banyak terkumpul
disatu tempat indah - seperti taman, halaman kuil atau istana.
Perjalanan kami ini khusus ingin melihat pemandangan itu di
Osaka Castle, Kiyomizu Temple - Kyoto dan Ueno Park - Tokyo.

Rabu pagi, 2 April 2008 kami menuruni tangga kapal Ferry yang
berlabuh di kota Osaka - pulau Honshu.
Hari itu kami sangat anthusias, karena inilah saatnya melihat
highlight perjalanan ini yaitu melihat Sakura berbunga ditempat
yang indah - taman Osaka Castle.

Osaka Castle, salah satu istana yang paling terkenal di Jepang,
berada diatas kawasan seluas satu kilometer persegi, dikelilingi
bentengan tembok curam dari bongkahan batu granit menghadap
ke parit yang lebar dan dalam.
Istana yang mengagumkan ini dibangun oleh Toyotomi Hideyoshi
pada tahun 1583, nasibnya jelek - ber-kali2 kena musibah.
Mulai dari blokade/serangan Shogun Edo yang menghancurkan
istana, kebakaran akibat sambaran petir, sampai kena serangan
bom pesawat Amerika pada PD II.
Ber-kali2 hancur, pernah sampai rata dengan tanah, tapi selalu
dibangun lagi.
Pada tahun 1995 direstorasi oleh pemerintah Jepang menjadi
persis seperti awalnya, dan tahun 1997 dibuka untuk umum

Kini Osaka Castle menjadi tempat kunjungan yang populer bagi
wisatawan domestik maupun luar negeri yang ingin melihat
istana indah yang sejarah panjangnya penuh drama itu.

Dalam udara yang sejuk menyegarkan, kami turun dari bus
dan tidak jauh berjalan sudah sampai di tepi parit yang lebarnya
konon 70 - 90 meter, dibelakang parit tampak menjulang tembok
bentengan komplek istana setinggi 20 meter.
Tembok yang terbuat dari bongkahan batu granit itu panjangnya
sampai 12 kilometer, jumlah bongkahan batu itu diperkirakan
antara 500.000 sampai 1.000.000 buah.
Paduan parit lebar dengan tembok yang gagah itu menampilkan
suatu harmoni yang cantik sekali.

Sekeliling tempat kami berdiri itu, dimana-mana SomeiYoshino
sedang memamerkan bunganya yang sedang mekar-mekarnya.
Benar-benar pemandangan yang sungguh menakjubkan melihat
dimana-mana yang terlihat hanyalah bunga dan bunga berwarna
putih cantik dari sekitar 600 pohon ShomeiYoshino itu.

Karena jauh, maka kami naik kereta mini menuju salah satu
dari dua gerbang komplek istana.
Turun dari kereta harus berjalan menyebrangi jembatan yang
konon dulu saat ada serangan musuh bisa dihancurkan agar
komplek istana aman terkurung parit dan terlindungi tembok
benteng yang tinggi kukuh itu.

Melewati gerbang, mata kami tertumbuk kepada Takoishi atau
Octopus Stone, inilah dinding batu utuh terbesar di Jepang.
Luas lempeng batu utuh setebal 90 Cm itu 59,4 M2 dengan
berat mencapai 130 ton.

Didalam komplek istana seluas 60.000 M2 itu terdapat tigabelas
bangunan bersejarah yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya
oleh Pemerintah Jepang.
Salah satunya adalah bangunan Istana utama yang terdiri dari
lima tingkat dibagian luar, dan delapan tingkat dibagian dalam.
Istana itu terlihat cantik dengan kombinasi warna putih - hijau
dan aksen warna emas disana sini.

Didalam komplek juga terdapat Monumen Time Capsule yang
unik sekali, pada tahun 1970 dalam acara Expo yang bertema
"Progress and Harmony For Mankind", 15 meter dibawah tanah
ditanam dua bola terbuat dari metal khusus, yang baru boleh
dibuka 5000 tahun kemudian.
Didalam container berdiameter satu meter itu dimasukkan
2098 jenis barang budaya abad 20 dari Jepang dan juga dari
seluruh dunia.

Diharapkan selama 5000 tahun kedepan, dunia masih tetap
damai dan sejahtera, sehingga masih ada orang di tahun 6970
yang membuka time capsule ini dan melihat warisan budaya
dari abad 20.

Ada yang mau ikutan menyaksikan pembukaannya nanti ?

Sunday, May 4, 2008

Nengok Ogre's Washing Board dan Gua kelahiran Jimmu-Tenno.




Selasa pagi, 1 April 2008 - Hotel Beppu Wan Royal.
Usai breakfast kami bergegas menuju bus, perjalanan hari
itu dari kota Beppu ke Kagoshima akan lumayan jauh, dan
seakan membelah pulau Kyushu dari utara ke selatan.
Sore harinya dengan Ferry kami akan meninggalkan Kyushu
menuju Osaka di pulau Honshu yang terletak diutara Kyushu.

Malam sebelumnya kami sibuk mengepak koper karena
akan diangkut oleh perusahaan jasa angkutan barang,
dikirim ke hotel yang akan kami inapi esok malam.
Harus berpisah, karena akan sangat sulit membawa-bawa
koper naik-turun didalam kapal ferry.

Kami sempat menanyakan kenapa tidak naik ferry nya dari
Beppu saja (berada di pantai utara Kyushu), lokasinya lebih
dekat ke pulau Honshu daripada Kagoshima yang berada di
pantai selatan Kyushu.
Ternyata kamar kapal ferry Beppu untuk 4 orang, kalau yang
dari Kagoshima sekamar berdua saja.
Selain itu dalam perjalanan menuju Kagoshima itu kami
akan mengunjungi dua obyek wisata yang unik sekali yaitu :
Oni no Sentaku Iwa dan Udo Jingu Shrine.

Menjelang siang kami diturunkan di tepi jalan kota Aoshima,
tepat di muka restoran tempat makan siang.
Ternyata pantai Nichinan-Kaigan dimana Oni no Sentaku-iwa
berada, persis dibelakang restoran itu.
Berjalan kaki sedikit, kami sudah sampai di pantai, didepan
tampak membentang sebuah jembatan khusus pejalan kaki
menuju pulau kecil hijau rimbun yang juga bernama Aoshima.
Di dalam pulau yang dijuluki Blue Green Island ini, selain
terdapat kuil Shinto kecil juga ada monyet2 yang unik -
kalau diberikan makanan maka selalu dicucinya dulu di air
laut sebelum dimakannya.

Saat berjalan dijembatan, dikiri kanan tampak pemandangan
yang sungguh menakjubkan.
Sejauh mata memandang, tampak barisan bebatuan dalam
posisi memanjang, ber-lapis2 rapih sekali mengelilingi dan
seakan membentengi pulau dari hempasan gelombang laut.
Gambaran unik inilah yang disebut Oni no Sentaku-Iwa, yang
artinya Ogre's Washing Board - memang seakan papan kayu
untuk mencuci pakaian dijaman dulu yang berukuran raksasa
(di Tangerang biasa disebut papan "penggilesan").
Konon garis pantai itu terbentuk akibat erosi laut menyusul
tenggelamnya Udo Mountain, sehingga kini menjadi pantai
dengan wave-cut terraces - yang terbentuk karena perbedaan
erosi terhadap pasir dan bebatuan lumpur
Sungguh mengagumkan memikirkan bagaimana alam bisa
membuat bebatuan berbaris rapih seperti papan cuci itu.
Istri saya sempat curiga, jangan-jangan buatan manusia,
tapi itu betul memang alami.

Dari dalam bus, saat menelusuri pantai menuju Udo Jingu,
dari ketinggian bukit sempat kami melihat deretan Oni no
Sentaku Iwa lainnya, yang mengikuti garis pantai begitu
panjangnya sampai jauh sekali.
Pemandangan sungguh luar biasa, unik dan cantik sekali.

Kuil Udo-Jingu, terletak di Tanjung Udo-Misaki, selatan
pulau Kyushu - merupakan contoh otentik dari sekian banyak
kuil di Miyazaki Prefecture yang rata-rata mempunyai mitos.
Kuil ini unik sekali, di bangun di mulut gua - yang terdapat
pada lereng sebuah bukit persis di tepian Samudra Pasific.
Kuil ini dibuat karena menurut legenda, didalam gua itulah
tempat dilahirkannya Jimmu-Tenno (Kaisar pertama Jepang
sekitar 600 tahun sebelum Masehi).
Sang bayi konon menyusu pada dinding batu gua itu yang
berbentuk puting susu ibu.

Berjalan kaki cukup jauh dan naik turun bukit, sebenarnya
cukup melelahkan, tapi langsung terbayar lunas saat tiba
di pantai dimana ada pemandangan yang menakjubkan.
Kini kami berjalan sepanjang lereng bukit yang berada persis
di tepi laut yang seakan dipagari oleh bongkahan2 batu besar
kecil aneka bentuk warna coklat yang bermunculan dari laut
yang bersih membiru.
Tak puas2nya kami menikmati pemandangan yang sungguh
unik dan cantik sekali itu.

Setelah melewati jembatan lengkung dan Torii ( gerbang kuil)
yang berwarna merah - kontras dengan kegelapan gua, kami
memasuki kuil didalam gua itu.
Didalam gua semua pengunjung menuju bagian dinding gua
yang berbentuk seakan puting susu ibu - disitulah menurut
legenda sang bayi Jimmu-Tenno menyusu.
Bagian dinding gua itu sampai berwarna hitam gelap saking
banyaknya tangan mengusapnya.

Sore hari, tepat waktu kami tiba di Shibushi Sea-port dekat
kota Kagoshima, tidak lama menunggu kami dipersilahkan
berjalan menuju kapal Sunflower Ferry yang lumayan besar.
Untunglah rombongan kami para opa-oma ini tidak bawa-
bawa koper, karena ternyata harus naik-naik tangga, pakai
escalator yang panjang banget itu saja sampai dua kali -
barulah tiba di kamar kami di lantai tujuh.

Memang kalau dibandingkan dengan kapal ferry yang kami
naiki di Italy, apalagi dengan Princess Cruise di Alaska dulu,
kapal ini sederhana sekali.
Tapi kamarnya bersih, lengkap dengan TV, kamar mandi,
ber-AC, hanya tidak ada pesawat tilpon saja.
Makan di restorannya juga menyenangkan karena banyak
pilihan, meja kursi cukup banyak apalagi kelihatannya jam
makan para penumpang diatur agar tidak datang bareng.

Didalam kapal juga ada toko kecil, dan ruang tidur para
penumpang yang tidak memakai kamar - diruang yang
agak luas itu mereka tidur geletakan saja diatas karpet.
Kalau ferry dari Italy ke Yunani, penumpang yang tidak
menyewa kamar seperti itu, tidurnya sambil duduk di
kursi yang empuk seakan didalam pesawat terbang.
Orang Jepang mungkin terbiasa tidur diatas tatami,
sehingga geletakan juga tidak jadi masalah.

Jepang terkenal sering kena serangan badai, sempat
terfikir juga gimana kalau saat berlayar kena badai.
Jadi sempat juga nanya bu KimSoan, anggota Jalansutra
yang sudah lama yang menetap di Tokyo.
Diketawain, katanya orang Jepang sangat memperhatikan
keselamatan, kalau bakal bahaya pastilah ferry tidak jalan.

Malam itu tidur kami nyenyak karena getaran mesin kapal
tidak mengganggu seperti ferry di Italy dulu, sehingga esok
pagi menjelang tiba di Osaka barulah kami terbangun.

Saturday, May 3, 2008

SpeakUp : Utarakan Pendapat Anda .

 

Siloam Hospitals Lippo Karawaci, Sabtu 3 Mei 2008 :

Pagi hari, saya sedang menunggu giliran dipanggil masuk
ke ruang praktek Dr.Hanna, lima hari sebelumnya tahi lalat
yang tumbuh cepat di alis mata kiri saya diangkat oleh
dokter ahli penyakit kulit ini.
Karena tumbuhnya ini untuk kedua kalinya maka tentu
perlu diperiksa PA - untuk mengetahui jenis sel-nya,
mudah2an bukan sel yang ganas.

Jadi pagi hari ini rencananya, angkat jahitan dan membaca
laporan hasil PA itu.
Giliran saya masih dibelakang dua orang lagi, iseng2 lihat
brosur2 yang di display, salah satu menarik perhatian saya
karena judulnya : Utarakan Pendapat Anda - SpeakUp.
Membacanya, ternyata tentang hal yang perlu diketahui
oleh pasien yaitu hak2nya dan hal lain yang juga penting
yaitu himbauan agar pasien mau berpartisipasi aktif ikut
dalam upaya penyembuhan.

Dr.Andry - CEO Siloam Hospital Lippo Karawaci, via SMS
memberi ijin kepada saya untuk memposting isi brosur
yang bagus mencerahkan itu,  dibawah ini :

Utarakan Pendapat Anda.
SpeakUp
Untuk mendapatkan perawatan terbaik serta mencegah
terjadinya kekeliruan dalam tindakan penanganan kesehatan,
pasien dianjurkan untuk :

Utarakan Pendapat/Speak Up.

1.S aran kami, utarakan pendapat bila ada pertanyaan atau
      kekhawatiran yang anda rasakan, dan jika anda tidak
      mengerti, tanyakan kembali, karena anda berhak
      mengetahui kondisi kesehatan Anda, yaitu :

   + Jangan sungkan bertanya mengenai apa yang anda rasakan
      kepada dokter anda, perawat atau tenaga medis lainnya.
   + Jangan sungkan bertanya mengenai resiko tindakan yang
      akan anda hadapi.
   + Jangan sungkan bertanya tentang rencana pengobatan anda.
   + Pastikan tidak terjadi kekeliruan dengan pasien lain.

2.P erhatikan baik-baik tindakan medis yang dilakukan pada
      diri anda. Pastikan anda memperoleh penanganan dan
      tindakan medis yang benar dan dilakukan oleh tenaga
      medis profesional.
   + Katakan pada perawat atau dokter bila ada sesuatu yang
      kelihatannya tidak tepat.
   + Semua Staff Rumah Sakit memakai tanda pengenal.
   + Prosedur cuci tangan sangat dianjurkan karena merupakan
      cara yang paling ampuh untuk mencegah penyebaran infeksi.
   + Diharapkan anda mengetahui waktu pemberian obat, bila
      belum diberi anda dapat menanyakan pada perawat.
   + Untuk proses pengecekan, perawat atau dokter akan
      memeriksa identitas anda, melalui gelang identitas, atau
      mereka akan menanyakan nama anda sebelum mereka
      memberikan obat atau melakukan tindakan medis.

3.E valuasi mengenai diagnosis penyakit anda, termasuk tes
      medis yang akan anda jalani, serta rencana tindakan
      medis yang akan dilakukan dapat anda tanyakan pada
      dokter anda.
   + Anda berhak mengetahui kualifikasi dokter anda.
   + Informasi mengenai penyakit anda dapat diperoleh antara
      laindari dokter anda, perpustakaan atau dari internet.
   + Tanyakan pada dokter anda apakah memiliki informasi
      tertulis yang bisa anda peroleh.
   + Baca semua formulir medis dengan teliti dan pastikan anda
      memahami isinya sebelum anda menandatangani apapun.
      Bila anda tidak mengerti, minta dokter atau perawat untuk
      menjelaskannya.
   + Bila dalam proses perawatan anda dirumah menggunakan
      peralatan medis, pastikan anda dapat mengoperasikan
      peralatan tersebut.

4.A nggota keluarga atau kawan yang anda percayai dapat
      menjadi pendamping anda.
   + Minta saudara atau kawan anda untuk dapat membantu
      saat anda dirawat inap.
   + Pendamping anda dapat membantu pada saat anda tidak
      mampu melakukan kegiatan tersendiri.
   + Pastikan saudara atau kawan anda mengerti tentang jenis
      perawatan yang anda butuhkan saat anda keluar dari
      rumah sakit.
  
5.K ekeliruan dalam pemberian obat merupakan kesalahan
      yang dapat terjadi dalam tindakan medis. Oleh karena itu
      pahami obat-obatan apa yang anda minum atau mengapa
      anda memakainya.
   + Tanyakan tentang kegunaan obat-obatan yang diberikan
      kepada anda dan informasi efek samping dari obat tersebut.
   + Teliti kembali apakah obat yang diberikan itu betul untuk anda.
   + Apabila anda di-infus, tanyakan kepada perawat berapa lama
      waktu yang dibutuhkan sampai cairannya habis, katakan
      kepada perawat apabila cairan infus kelihatannya tidak
      menetes secara benar.
   + Utarakan pada dokter atau perawat anda mengenai allergi
      yang anda miliki, atau reaksi negatif yang anda rasakan
      terhadap obat-obatan yang pernah anda minum sebelumnya.
   + Pastikan anda bisa membaca tulisan di resep yang dituliskan
      dokter anda. Apabila anda tidak dapat membacanya,
      apoteker mungkin tidak bisa membacanya juga.

6.U ntuk itu perlu dipahami bahwa anda sesungguhnya yang
      menjadi fokus utama dalam tim perawatan medis.
   + Andalah orang yang paling penting di dalam semua upaya
      penyembuhan sakit anda, bukan dokter atau spesialis anda.
   + Kesehatan anda yang menjadi perhatian utama saat staf medis
      merawat anda, bukan kesehatan pasien lain.
   + Anda berhak mendapatkan semua bentuk perhatian dan waktu
      yang anda butuhkan untuk pemulihan kesehatan anda.
   + Staf medis harus menjelaskan semua informasi yang anda
      butuhkan dengan menggunakan kata-kata yang anda mengerti,
      termasuk minta bantuan interpreter bisa anda membutuhkannya.
   + Anda dapat meminta bantuan untuk menjelaskan mengenai
      petunjuk pemakaian obat serta instruksi pemeriksaan lainnya
      bila anda kurang mengerti.

7.P engobatan anda tentu saja memerlukan keterlibatan anda
      dalam mengambil semua keputusan.
   + Anda berhak mengetahui siapa yang akan merawat anda,
      tindakan medis yang akan dilakukan, atau bagaimana reaksi
      yang akan anda rasakan.
   + Tanyakan pada dokter, jenis tes atau obat apa yang anda dapat.
   + Simpan resume catatan medis anda dari proses rawat inap
      sebelumnya dan beritahukan kepada tim medis yang merawat anda.
      Informasi semacam ini akan membantu mereka lebih memahami
      riwayat kondisi kesehatan anda.
   + Anda dapat meminta keterangan lebih lanjut mengenai kondisi
      penyakit anda.
   + Anda dapat menghubungi orang-orang yang pernah menjalankan
      tindakan medis seperti anda agar anda dapat menyiapkan diri
      jauh-jauh hari sebelumnya saat pengobatan tiba. Mereka juga
      bisa menceritakan apa yang akan terjadi.

8. Setiap orang memiliki peran dalam mengupayakan agar perawatan
    medis berjalan aman - termasuk dokter, manajemen Rumah Sakit,
    perawat, tenaga medis dan pekerja sosial.
    Siloam Hospitals - Lippo Karawaci mengupayakan agar keselamatan
    dalam perawatan kesehatan dijadikan prioritas.
    Anda sebagai pasien, bisa juga memainkan peran vital dalam
    memastikan agar tindakan medis yang anda jalani aman bagi diri anda
    dengan cara berpartisipasi aktif, ikut terlibat serta tidak perlu merasa
    segan untuk meminta informasi dari tim medis yag merawat anda.

Akhirnya tiba giliran saya dipanggil masuk ruang praktek,
Dr.Hanna dengan trampil membuka jahitan, penyembuhan lukanya
sempurna, sehingga saya tidak perlu lagi pakai plaster.

Saat datang hasil PA, dengan dag dig dug saya mendengarkan
Dr. Hanna membacanya, ternyata sodara sodara hasilnya adalah :
Verruca Vulgaris alias tahi lalat biasa yang tidak ganas.
Merdekaaaa !!