Monday, July 18, 2005

Jokes : Smart Boy.

 

SMART BOY


A first-grade teacher, Ms Brooks was having trouble with one
of her students

The teacher asked, "Johnny what is your problem?"
Johnny answered, "I'm too smart for the first Grade.
My sister is in the third grade and I'm smarter than she is!
I think I should be in the third-grade too!"

Ms Brooks had enough.
She took Johnny to the principal's office.
While Johnny waited in the outer office, the teacher
explained to the principal what the situation was.

The principal told Ms Brooks he would give the boy a test
and if he failed to answer any of his questions he was to
go back to the first grade and behave.

She agreed. Johnny was brought in and the conditions were
explained to him and he agreed to take the test.

Principal: "What is 3x 3?"
Johnny: "9".

Principal: "What is 6 x 6?"
Johnny: "36".

And so it went with every question the principal thought a
third- grade should know. The principal looks at Ms Brooks
and tells her, "I think Johnny can go to the third-grade."

Ms Brooks says to the principal, "Let me ask him some questions?"
The principal and Johnny both agree.

Ms Brooks asks, "What does a cow have four of that I have only
two of? Johnny, after a moment "Legs."

Ms Brooks: "What is in your pants that you have but I do not have?"
Johnny: "Pockets."

Ms Brooks: What starts with a C and ends with a T is hairy,
oval, and delicious and contains thin whitish liquid?
Johnny: Coconut

Ms Brooks: What goes in hard and pink then comes out soft and
sticky? The principal's eyes open really wide and before he could
stop the answer, But Johnny was taking charge.
Johnny: Bubblegum

Ms Brooks: What does a man do standing up, a woman does sitting
down and a dog does on three legs?
The principal's eyes open really wide and before he could stop the
answer...
Johnny: Shake hands.

Ms Brooks: Now I will ask some "Who am I" sort of questions, okay?
Ms Brooks:
You stick your poles inside me. You tie me down to get me up.
I get wet before you do.
Johnny: Tent.

Ms Brooks: A finger goes in me. You fiddle with me when you're bored.
The best man always has me first.
The Principal was looking restless and a bit tense.
Johnny: Wedding Ring.

Ms Brooks: I come in many sizes. When I'm not well, I drip.
When you blow me you feel good.
Johnny: Nose.

Ms Brooks:
I have a stiff shaft. My tip penetrates. I come with a quiver.
Johnny: Arrow.

Ms Brooks: What word starts with 'F' and ends in 'K' that means
a lot of heat and excitement?
Johnny: Fire truck.

The principal breathed a sigh of relief and said to the teacher,
"Send Johnny to University, I got the last ten questions wrong myself
 

Sunday, July 10, 2005

Jumpa Mahaguru JalanJalan : Prof.HOK.Tanzil.


 


Pembaca setia Intisari sekitar 25 tahun lalu tentu mengenal nama
Prof.HOK.Tanzil,  seorang mahaguru dibidang Mikrobiologi yang
juga "mahaguru jalan-jalan" karena setelah pensiun di tahun 1975,
dalam belasan kali kunjungan keluar-negeri bersama istrinya, telah
berhasil mengunjungi ratusan negara - luar biasa !!


Sayang sekali saya tidak menyimpan Intisari dimana cerita-cerita
perjalanan-nya dimuat.
Maka saat bu Susanti di milis Jalansutra - menawarkan buku
perjalanan Prof.Tanzil - langsung saya ngebut kirim e-mail dan
ternyata bukan hanya saya saja yang berminat, ada beberapa
rekan juga, maka kami sepakat baca bergiliran.


Buku ukuran saku yang kertasnya mulai menguning itu,
diterbitkan oleh penerbit Alumni Bandung tahun 1982,
dihalaman pertama ada tulisan tangan Prof.Tanzil -
"Salam hangat dari penulis".


Alamak !! - ternyata buku itu hanyalah salah satu dari sekian jilid
kumpulan cerita-cerita perjalanan  Prof. Tanzil.
Rupanya selain buku yang dimiliki bu Susanti ini, yang berjudul :
Cerita Perjalanan Dalam Negeri (jilid ke-empat) -
masih ada belasan jilid buku2 lainnya.


Tentu saya "kecewa berat" karena tadinya mengira bisa membaca
lengkap keseluruhan cerita perjalanan beliau.
Saya segera saja melahap buku cerita perjalanan Dalam Negeri itu -
dan ternyata memang ceritanya dahsyat sehingga bisa mengobati
kekecewaan yang sempat muncul tadi.


Penasaran ingin membaca jilid lainnya, maka dimulailah perburuan
di milis Jalansutra dan berkat info dari ibu Sofia Mansoor Bandung,
bisa ditemukan alamat penerbitnya, yaitu di Bandung.
Akhirnya kami mendapatkan hampir semua buku cerita perjalanan
beliau yang belasan seri itu,
yang ternyata masih ada sisa stocknya di penerbit Alumni Bandung.


Setelah itu berkat info dari pak RZain, saya bisa mendapatkan
nomer tilpon rumah Prof.HOK Tanzil.
Setelah mengontak beliau dan sepakat bertemu, maka pada hari
Minggu siang tahun 2004 saya menuju Jalan Cawang Baru.
Saya sengaja datang lebih awal karena ingin mencoba Lontong
Capgome di restoran Ny.Tanzil dimana beliau juga tinggal.


Setelah selesai makan dan menyelesaikan pembayaran barulah
saya minta ketemu dengan beliau.
Ternyata walaupun seminggu lagi usianya genap 81 tahun, beliau
masih tampak begitu energetik - jabat tangannya kuat sekali dan
suaranya juga terdengar keras mantap.
Saya dan istri segera terlibat pembicaraan seru dengan beliau,
dan ternyata beliau sudah mempersiapkan data2 dalam bentuk
fotocopy yang membuat saya bengong.


Kalau tadinya saya kira beliau begitu hebat bisa mengunjungi
sebanyak 166 negara - eh malah beliau bilang salah, ternyata :
238 countries !!! - semua itu tercatat rapih termasuk bentuk
kunjungannya apakah itu visit ataukah transit saja, maupun
tanggal kunjungan ketempat itu.
(belakangan setelah saya teliti daftarnya, ternyata hanya satu
tempat yang dikunjungi dengan cara transit yaitu Cape Verde,
sedangkan kunjungan ketempat2 lainnya semua dalam bentuk
visiting, malah ada yang sampai 38 kali yaitu Belanda )


Saya makin bengong sewaktu diperlihatkan data sebagai berikut :


- tidak saja sampai lima kali mengunjungi Artik (Kutub Utara),
  ternyata juga pernah menginjak Antartika.
- terbang sampai 535 kali, total sejauh 681.010 miles.
- empat kali perjalanan memutari bumi.
- airline yang digunakan sebanyak 116 perusahaan penerbangan.
- nyetir sendiri sejauh 158.257 kilometer.
  dengan bus/taksi sejauh 133.711 kilometer.
   kereta api sejauh 55.976 kilometer.
- pernah naik kapal/feri 106 kali.
- jumlah buku paspor yang pernah dimiliki 15 buah.
- jumlah hari perjalanan 1760 hari.
- biaya perjalanan dalam US Dollar : 861.306,-


Hebatnya semuanya ada dalam buku hariannya, yang dicatatnya
dengan sangat teliti.
Waktu ngobrol itu beliau membawa diary-nya yang ke 38,
dimana tercatat juga nama saya, umur saya, pekerjaan saya dll. 
yang ditanyakannya semalam waktu kontak perdana via tilpon.


Tak terasa sejam kami ngobrol, sampailah waktu untuk mohon diri
dan saya berpisah dengan hati ber-bunga2 karena dioleh-olehi beliau
berupa buku perjalanan-nya yang tidak saya dapati dari penerbit
Alumni Bandung yaitu :
buku ke 9 : Atlantik Utara dan Afrika Barat.
buku ke 11 : Republik Rakyat Cina, Republik Rakyat Demokrasi
                    Korea, dan Republik Rakyat Mongolia.


Catatan :


Daftar Judul  Buku Cerita Perjalanan Prof.HOK.Tanzil :


  1. Pasifik, Australia, Amerika Latin.
  2. Asia & Africa.
  3. Alaska dan Eropa .
  4. Catatan Perjalanan Dalam Negeri.
  5. Eropa, Tibet, Timur Tengah.
  6. Negara2 Pasifik Selatan.
  7. Brunai, Dubai, Afrika Selatan, Siprus, Vietnam, Laos.
  8. Karibia dan  Amerika Selatan.
  9. Atlantik Utara dan Afrika Barat.
10. Kepulauan Samudra Hindia,  Albania, dan Guam.
11. Republik Rakyat Cina, Korea Utara, dan Republik Rakyat Mongolia.


Prof .HOK.Tanzil
Jl.Cawang Baru 53/41.
Telpon :  (021) 8194126



Belakangan rekan Sitta Abdullah menulis :
Saya kagum sekali ternyata Prof HOK Tanzil dan istri sudah
mengunjungi 238 negara.
Berarti mustinya sudah bisa tercatat masuk ke Guinness Book
of Record as the most traveled couple, mengalahkan
Dr Robert & Carmen Becker of  USA yg "baru" mengunjungi
234 negara/teritori!!


http://www.guinnessworldrecords.com/
TRAVEL AND TRANSPORT << EPIC LAND JOURNEYS
 << MOST TRAVELED COUPLE


Most Traveled Couple
The most travelled couple are Dr Robert and Carmen Becker of Pompano
Beach, Florida, USA, both of whom have visited all of the sovereign
countries and all but six of the non-sovereign or other territories.


This globe trotting couple met in France during World War II and
have been together ever since. They celebrated their 50th wedding
anniversary in 1995 with a trip to two small islands off Northern
Australia. They can count the places they haven't been on one hand -
only a few small islands remain unvisited by the duo. "We both
traveled as kids so we had to go back to some places after we were
married so we could say we'd been their as a couple," says Carmen


WHO: Robert and Carmen Becker
WHEN: N/A
WHERE: N/A
WHAT: 234 countries and territories


 


Sayang sekali saat saya tanyakan ke Prof, apakah beliau setuju
kalau kami upayakan masuk ke Guinness World Record itu -
ternyata beliau tidak berminat.


Foto :
Sebagai Warga Kehormatan Komunitas Jalansutra, beliau beberapa
kali ikut hadir dalam acara Jalansutra, antara lain saat kopdar di Pluit.

Thursday, July 7, 2005

Jerusalem - The Old City


perhatikan sekian Gate, dengan satu gate yang unik karena ditutup yaitu Golden Gate - katanya saat kiamat akan terbuka

Dalam perjalanan memasuki Israel dari Yordania, saat hampir masuk
kota Jerusalem, bus kami berhenti ditepi jalan yang letaknya agak tinggi
dan tampak dikejauhan kota tua itu dengan tembok tinggi mengelilinginya.
Kubah emas yang cantik dari Dome of The Rock tampak jelas
menyembul dari tembok kota tua Yerusalem .

Tembok itu mempunyai beberapa buah gate, antara lain Dung Gate,
Lion Gate, Damascus Gate, Zion Gate, Jaffa Gate, dan Golden Gate
yang sudah ditutup.

Saat berjalan kaki memasuki lorong2 kecil didalam kota yang begitu
tua dan bersejarah itu tentu perasaan ikut hanyut kemasa lampau.
Perjalanan dimulai dengan memasuki Zion Gate, menelusuri Via Dolorosa,
melihat berbagai perhentian jalan salib, memasuki rumah Kaifas,
dan tentunya Church of Holy Sepulchure yang dikenal pula sebagai
Gereja Golgota.

Didalam Gereja Golgota ada papan marmer yang diyakini dulu
dipakai untuk membaringkan Yesus saat diturunkan dari salib.

Tuesday, July 5, 2005

Jokes : Ramalan Tahun Kambing

 


Senyum dikit ah !


 


Ini owe ada sedikit nasehat dan lamalan gelatis buat
lu olang semua di taon Kambing.
Kalu bisa, pelhati'in baek2 yaa ...:
 
Lu olang jangan banyak2 makan kambing guling,
ental kena dala tinggi.
Kalena itu, bagi elu olang yang kolestelolnya udah
tinggi, sebaiknya banyak2 makan lumput bial sehat...



Bisnis ada bagus taon ini kalu lu olang dagang sop
kaki kambing.
Jeloannya dibikin gule, jual jadi obat kuat
(taisennya makan kambing).


Bisnis laennya ialah lu olang bisa buka bioskop yang
kalcisnya Ceceng (kelas kambing),
atawa lu dagang kopi (biji kopi 'pan kaya tai-kam)...
 
Musim keling bakalan panjang woa, itu disebabkan
pengaluh kambing yang takut ael.
Bagusnya lu nimbun ael yang banyak dah.
Sebisanya mandi jangan seling2,
ael mahal woo...


Taon ini, banyak olang bakal di adu domba. Jadi lu
olang kudu lebi ati2, jangan suka macem2 atawa
deket2 sama itu tukang adu.
Lu nonton aja juga bisa kebawa-bawa.
Tapi kalu lu kagak punya pilihan, ketimbang lu yang
diadu, mendingan lu yang jadi tukang adu laa.


Kambing item juga taon ini bakalan banyak dicali
buat jadi kolban...


Koluptol sepelti Kambing Bandot ada kemungkinan
bakalan di sate secala "Welldone".
Wakil2 lakyat yang kaya' Kambing Congek, bakalan
digiling masuk ke pejagalan ...


Shio yang cocok untuk lu olang yang cali patnel
bisnis di taon ini:
Kuda, kelbau (makannya sama2 lumput).
Ayam ('pan sate ayam & sate kambing seling akul
bedampingan di satu meja dan didalem pelut)


Akil kata, owe tulut bedo'a buat keselamaten lu
olang dan kita semua.
Kalo lu dapet coan yang banyak, lu musti ada bagi2
itu lejeki ke hopeng2.
Kalo lugi telus2an, lu musti coba buat bagi2 angpau
untuk buang lu punya sial...
Haiya.....!!!!!
 
Kiong Hie, Kiong Hie ...
 
 


m'pe Wong Kam Pung
Professional Astrolog Certified
Ijin praktek : No. 234/6969/APTNI
Asosiasi Paranormal dan Tidak Normal Indonesia


 

Bangunan Bersejarah di Hanoi.




Bangunan Bersejarah di Hanoi :

Masih satu komplek dengan mausoleum - terdapat rumah
kediaman Ho Chi Minh semasa hidupnya dulu.
Mula-mula kami melihat rumah yang dihuninya sewaktu dia
masih sehat - bangunan itu terbuat dari tembok, sederhana
saja dan berada ditepi satu kolam yang cukup asri dengan
ikan emasnya (foto pertama).

Belakangan setelah sakit2an dia pindah ke rumah yang
berada persis diseberang rumah tembok itu.
Rumah kedua ini memang lebih sehat karena dibuat berlantai dua,
dari bahan kayu.(foto kedua)

Karena asyiknya mengambil foto dirumah pertama itu, saya
tertinggal dari rombongan yang sudah menuju ke rumah yang
kedua, tapi saya tidak bisa jalan cepat untuk mengejar karena
terhalang antrian anak sekolah yang banyak sekali.
Jalan setapak itu kecil sedang kiri kanan ada tanaman2 perdu
- akhirnya terpaksa ikut bareng anak2 kecil itu jalan pelan2
sekali karena sudah dalam posisi terjepit, saya jadi ingat film
Mr.Bean yang terjepit di tangga karena didepan dan belakang-
nya ada orang tua yg berjalan lambat.

Kami boleh naik kelantai dua rumah kayu itu, dimana terlihat
kamar tidur yang dipergunakan Ho Chi Minh yang saat itu
sudah sakit2an.
Rumah itu mempunyai pemandangan kearah kolam yang cukup
asri karena dikelilingi pepohonan.

Pagi itu banyak sekali anak sekolah yang antri dengan sabar,
sampai2 seorang ibu dari rombongan kami trenyuh dan mem-
belikan ice cream untuk serombongan anak sekolah yang ter-
nyata ada 61 orang.(foto ketiga)
Orang Vietnam selintas kurang expresif, mula2 kami minta local
guide memberitahu guru wanita yang membimbing rombongan
anak sekolah itu bahwa seorang dari kami ingin membelikan
ice cream untuk semua muridnya itu, saya perhatikan mimik
ibu guru itu datar-datar saja.
Anak2 itu menerima ice cream itu dan langsung memakannya,
tapi mukanya juga datar2 saja, tidak ada bunyi sedikitpun, boro2
ramai seperti anak2 sekolah di Indonesia.
Mereka juga engga bilang terima kasih, tapi dari sikapnya kami
bisa merasakan kalau mereka berterima kasih atas pemberian itu.
Mungkin sistim komunis membuat mereka tidak biasa expresif.

Sekian hari di Vietnam, semua teman perjalanan sepakat bahwa
tidak pernah kami melihat orang Vietnam yang perawakannya
gendut maupun yang hamil.

Di komplek itu juga ada Presidential Palace - yang bergaya
kolonial Perancis, dengan atap genteng dan dicat kuning yang
anggun sekali.
Asri dengan pohon2an besar disekelilingnya.
Sayang sekali jangankan boleh masuk- mendekat juga tidak
diperbolehkan oleh penjaga disitu.
(foto keempat)

Di komplek itu juga ada bangunan antik yang unik sekali :
One Pillar Pagoda (foto kelima)


Saturday, July 2, 2005

Menelusuri Pantai Selatan Banten : Malingping - Pelabuhan Ratu.


view dari jalan menuju ke Pelabuhan Ratu, semula jalannya masih mulus, tapi setelah tanjakan ini jalannya hancur

Menelusuri Pantai Selatan Banten : Malingping - Pelabuhan Ratu.


Kalau diperhatikan Pulau Jawa ini selain mempunyai Jalur Pantura
yang membentang dari barat ke timur antara Anyer - Banyuwangi,
juga mempunyai 2 jalur lainnya yang sejajar dengan jalur Pantura itu,
yaitu jalur Selatan dan Jalur Tengah.
Memang di Jawa Barat tidak begitu nyambung, tapi Jawa Tengah
dan Jawa Timur sudah terbentuk jaringan jalan itu.

Saya sudah pernah melalui hampir seluruh jalur itu, kecuali ruas
/segmen jalan antara Malang-Jember-Banyuwangi.

Suatu saat saya ingin melalui ruas jalur selatan Banten, yaitu
Pandeglang - Malingping - sampai tembus ke Pelabuhan Ratu.
Maka dibulan Desember 1997, saya menuju Pandeglang, kemudian
mengarah ke Anyer dan sekitar 20 km setelah Pandeglang - di desa
Seketi belok kearah selatan menuju ke Malingping.

Memasuki jalur ini, saya mulai waswas, karena akan memasuki
wilayah selatan Banten yang dalam dugaan saya masih hutan,
tapi ternyata dugaan itu meleset jauh sekali.
Sepanjang jalan menuju Malingping yang berjarak sekitar 40 km
itu, ternyata kiri kanan jalan "terang sekali" -
banyak kampung yang hampir nyambung menyambung.
Juga jalannya ternyata hotmix yang lumayan mulus , karena jalan
relatif sepi, maka saya kaga tahan untuk tidak ngebut, sampai2
ibu mertua yang duduk di kursi belakang ngedumel :
" kalau sopir mama, udah mama berentiin !! " --- hehehe.

Malingping lumayan ramai, mirip dengan Anyer, tidak jauh keluar dari
kota Malingping sudah mencapai pantai selatan pulau Jawa.
Setelah terminal bus ada pertigaan dimana kalau belok ke kiri ( ke Timur)
mengarah ke Pelabuhan Ratu, tapi saya membelok ke kanan karena mau
mengunjungi pantai Bagedur dulu.
Setelah berjalan sekitar 2-3 km, ada petunjuk kekekiri dan kami memasuki
jalan tidak beraspal.
Saya sempat ragu karena sepi dan di-kiri kanan pepohonan/semak2,
dan sekitar 500 meter barulah tiba di pantai.
Pantai Bagedur lumayan bagus, pantainya lebar - pasirnya putih dan keras
kelihatannya mobil bisa jalan diatasnya
Ada penginapan/cottage tapi kurang terawat - mungkin karena tamunya
sedikit.

Kami tidak lama disana, kembali kejalan raya dan menuju ke timur -
mengarah kekota Bayah yang berjarak sekitar 28 kilometer.

Mobil berjalan tidak jauh dari pantai, melewati jalan yang masih tetap mulus,
dan pemandangan disepanjang jalan ini terasa nostalgik, karena waktu
se-akan2 di stel mundur ke jaman Belanda.
Tidak banyak bangunan2 baru sepanjang jalan, malah ada jembatan cukup
panjang yang kelihatan buatan jaman baheula.
Kami sempat berhenti disana, menuruni sungai yang walau lebar tapi airnya
tidak memenuhi keseluruhan lebarnya sungai, sehingga ada tanah berbatu
yang bisa kita injak.
Dari muara sungai itu kami berfoto dengan latar belakang jembatan kuno itu.
Menyenangkan sekali berada di muara sungai yang lebar, tapi airnya jernih
dan dangkal.

Di kota Bayah , untuk menuju ke Pelabuhan Ratu, bisa memilih apakah terus
lurus ketimur melewati Cibareno, atau melambung ketimur laut menuju Cikotok.
Karena penasaran ingat masa kecil ada pelajaran ilmu Bumi yang menampilkan
Cikotok sebagai tambang emas, maka kami belok kearah kota ini.
Perjalanan sekitar 12 kilometer itu melalui jalan desa yang tidak sebagus hotmix,
dan Cikotok ternyata kotanya kecil saja - boleh dikata se-ukuran desa saja.
Kami sempat menemui Base-camp perusahaan pertambangan, tapi ternyata
lokasi tambang emas yang masih aktif digali terletak jauh dari situ.

Sayang sekali saat itu, saya belum mengenal Bambang, seorang karyawan di
Tangerang yang orang tuanya masih tinggal disana. Bambang bilang kalau
pamannya bisa mengantar me-lihat2 bekas tambang yang letaknya engga jauh
dari base camp tersebut.

Karena saat itu sudah terlalu siang, dan diperkirakan akan terlalu malam kalau
pulang lewat Pelabuhan Ratu maka kami putuskan untuk kembali ke Tangerang
lewat jalan yang sama yaitu lewat Malingping lagi.

Setahun kemudian, barulah kami kembali ke Bayah, kali ini dengan persiapan
matang mencoba tembus ke Pelabuhan Ratu dan akan menginap di Cipanas.

Di kota Bayah itu, kami sempat ragu2 apakah mengambil rute Cibareno yang
lebih pendek ( 20 km ) ataukah melambung ke Cikotok - Pasir Kurai (yang -
kabarnya hawanya sedingin Puncak) yang lebih jauh yaitu 40 km.
Setelah tanya2, kami memilih lewat Cibareno dan setelah buka bekal makan
siang di pantai Karang Taraje yang menjadi tempat wisata setempat maka
mulailah perjalanan mengarah ke utara menjauhi pantai.
Jalan mulai menanjak dan diujung tanjakan panjang itu kami sempatkan berhenti
karena pemandangan kebawah kearah pantai Karang Taraje itu indah sekali.

Setelah tanjakan itu, kami mulai heran koq jalannya mulai dikit2 rusak,
dan akhirnya jalan yang ditemui adalah jalan yang engga bisa dipilih lagi :
dahulunya sih diaspal tapi sudah tergerus air sehingga disana sini penuh
lubang yang memenuhi jalan yang dalamnya bisa sampai sejengkal.
Perjalanan sejauh 20 km itu boleh dikata 90 % pakai gigi satu !!,
dan konyolnya lagi kami memakai kendaraan Mitsubishi jenis sedan.
(informasi yang kami terima sebelumnya - jalannya mulus !!).

Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, selain sekarang berada di-bukit2
penuh pepohonan, juga jarang ketemu orang, jadi mau nanya jalan juga susah.
Rupanya kesengsaraan belum cukup - turun hujan lebat !, membuat suasana
makin mencekam.
Kami sempat bertanya kepada penduduk, mereka bilang :
"didepan sana mobil PC aja kemarin ada yang kebebes".
(mobil PC itu mobil semacam jeep kuno; kebebes = nyangkut).
Tapi karena sudah kepalang jalan jauh maka kami teruskan saja.

Di satu tempat yang sudah begitu jauhnya, saya terhenti karena terkejut
melihat didepan ada jalan menanjak begitu curam dan panjang.
Sebenarnya engga masalah kalau aspalnya mulus, tapi ditempat itu jalan
begitu ber-lubang2 yang menyulitkan untuk mengatur kecepatan.
Kalau sampai salah mengatur kecepatan kendaraan bisa mati mesin dan
mobil bisa mundur tidak terkendali.

Setelah mengumpulkan keberanian, maka mulai maju tetap dengan gigi
satu - zigzag menghindari lubang2 itu, tapi ditengah tanjakan ada lubang2
memenuhi lebar jalan, begitu rapat sehingga saya ragu mau kemana
dan mesin mati !!
Mobil benar saja mundur karena tanjakan itu benar2 curam, dan hampir
saja roda belakang terjerumus masuk selokan pinggir jalan.

Kami turun dulu dari mobil, ambil nafas lega dulu, dan berunding apakah
kita terus atau menyerah balik.
Kami tidak bisa lama2 disitu karena dibawah tanjakan sudah ada mobil
truk yang nunggu mau nanjak juga.

Akhirnya karena sudah agak sore, maka diputuskan nekat teruskan saja.
Mobil digeber paksa sampai bannya ber-decit2 berasap - dijalankan
zigzag masuk keluar lubang, dan lega sekali akhirnya sampai juga kepuncak
bukit itu.

Dan astagaaa !!! ---- dari puncak bukit itu terlihat pantai Pelabuhan Ratu
jauh dibawah, dengan Samudra Beach Hotel tampak kecil dikejauhan.
Pemandangan dari posisi itu kearah teluk Pelabuhan Ratu indah sekali,
pantainya yang melengkung dengan bangunan hotel tampak sebesar kotak
korek api - sungguh sangat indah mengesankan.

Kami benar2 sangat lega, apalagi kalau mikir betapa konyolnya kalau
tadi kami menyerah balik lagi ke Bayah.
Dan kemudian kami sampai geleng2 kepala karena tidak saja jalan setelah
puncak bukit kembali mulus tanpa lubang2 , juga karena setelah menuruni
tanjakan itu - hanya beberapa menit kemudian sudah menemui pertigaan
ke Cisolok.
Bayangkan kalau tadi kita nyerah engga memaksa mencoba menyelesaikan
tanjakan itu.

Setelah beristirahat di Cisolok, kami meneruskan ke Pelabuhan Ratu -
Sukabumi dan sekitar jam 20 tiba di Cipanas.

Friday, July 1, 2005

JiuZhaiGuo Valley - China.


Danau besar yang berada di
ketinggian 3103 meter - panjangnya 7,5 kilometer dan
dalamnya 80 meter.

JIUZHAIGOU VALLEY :


inilah highlight perjalanan kami ke China kali ini, satu tempat yang
sangat kesohor indahnya - berikut ini kutipan dari brosur :
In the south part of Minshan Mountains, JiuZhaiGou is located in
JiuZhaiGou county of Arba Tibetan & Qiang Autonomous Prefecture
of Northwestern Sichuan, with elevation of 2000 - 4300 meters.

JiuZhai Gou (nine villages gully) derives its name from the nine
villages in the gully.
Its main attractions are alpine lakes and waterfalls.
As a scenic area, JiuZhaiGou is well known for its lakes, water-
falls, beaches, rivers, snow covered mountain peaks, forests and
local Tibetan customs.

On 14th December 1992, it was approved to be one of the world
natural heritages by the United Nations Educational Scientific
and Cultural Organization.
In 1997, JiuZhaiGou was designated into the Man & Biosphere Net-
work of Unesco.

Rupanya diwilayah seluas 720 square kilometers itu, baru tiga lembah
yang dibuka untuk umum.
Disini bisa ditemui 17 waterfalls, dan banyak sekali danau.
Tapi banyak larangan antara lain merokok, menyalakan api, dan
membuang sampah sembarangan - jadi wilayah ini benar2 dijaga
kebersihannya dan agar tidak terjadi kebakaran hutan.

Pintu gerbang masuk hanya berjarak 5 menit perjalanan dari hotel
dengan bus, tapi bus kami itu tidak boleh masuk kedalam lembah.
Untuk memasuki lembah yang luas itu disediakan 250 bus, dengan
200 orang tour guide
Bus itu ada dua macam, yang besar merupakan bus shuttle yang akan
berhenti diberbagai tempat tujuan - cuma repotnya setiap mau naik
lagi harus antri yang bisa memakan waktu.
Untuk itulah kami telah memesan bus khusus yang kecilan, pas muat
20 orang, yang nantinya akan seharian mengantar kami pergi keber-
bagai tempat itu.

Kami berjalan kaki dulu dari tempat parkir bus kami menuju
entrance lembah, dan terlihat gerbang masuk dikejauhan yang mirip
dengan deretan gerbang tol di jakarta.
Dibelakangnya terlihat jalan beraspal yang membelah lembah,
di sebelah kiri gerbang ada tokodan toilet yang bersih -
ketinggian entrance ini 1990 meter dpl.

Setelah antri (cukup banyak turis, tapi engga ada yang kulit putih)
kami naik bus yang disediakan dan mulai memasuki lembah itu.
Jalan mulus sekali, pemandangan mirip perjalanan ke SongPan
yaitu berjalan sepanjang lembah dengan kiri kanan diapit pegu-
nungan, menyusuri sungai kecil yang kadang2 menjadi danau kecil
yang airnya luar biasa jernih berwarna biru kehijauan.

Bedanya adalah gunungnya tidak gersang berbatu, tapi banyak
pohon cemara yang berwarna hijau diselingi pohon lain yang daun-
nya berwarna putih, kuning sampai kemerahan, indah sekali.

Dari peta yang diberikan terlihat bahwa jalan didalam lembah ini
berbentuk Y, dimana sepanjang jalan itulah banyak obyek wisata,
baik air terjun - danau - maupun sungai.

Jalan terus menanjak, dan setelah satu jam barulah kami tiba
ditempat yang paling jauh dulu yaitu Long Lake yang berada di
ketinggian 3103 meter; danau ini panjangnya 7,5 kilometer dan
dalamnya 80 meter.
Ditempat ini banyak sekali turis sehingga agak sulit mencari
posisi yang bagus utk berfoto.
Banyak teman yang menyewa pakaian khas Tibet untuk berfoto
dengan latar belakang danau yang indah itu.
Bisa juga berfoto dengan naik binatang khas Tibet yaitu Yak.

Diudara yang dingin (11 derajat), tentu tidak lupa mencari
toilet, ternyata ada banyak toilet yang berupa bangunan empat
segi panjang dari bahan seng yang pada masing2 sisi ada sekitar
10 pintu.
Toiletnya modern, tidak disediakan air sama sekali - closet-nya
saya lihat dibagian dalamnya dilapisi plastik, dan begitu kita
tekan tombol flush-nya, ternyata bukan air yang keluar seperti
biasa tapi justru plastik itu bergeser masuk kedasar closet digantikan
dengan lapisan plastik yang baru/bersih, gratis tidak ditarik bayaran.

Tempat berikutnya adalah MultiColor Lake - bis berhenti ditepi
jalan dan kami harus menuruni jalan yang cukup curam tapi tidak
jadi masalah karena sudah dibuatkan tangga yang rapih, dan yang
penting adalah kerepotan menuruni tangga itu terbayar dengan
pemandangan yang sangat indah yaitu :
kolam yang airnya luar biasa jernih dengan warna biru kehijauan,
hanya sayang sekali airnya sedang tidak banyak.
Air kolam ini tidak boleh diminum, karena banyak mengandung
mineral yang berbahaya.

Kemudian mengunjung berbagai air terjun :
Pearl Beach Fall; Nourilang Fall; Suzheng Fall.
Yang khas adalah air terjun itu tidak langsung terjun kedasar tapi
jatuh dulu ke bebatuan dibawahnya secara ber-tingkat2, tapi
sayang sekali saat itu airnya tidak banyak, jadi tidak tampak
seindah video komersial nya.

Tempat lain yang unik adalah sungai2 kecil yang mengalir diantara
pepohonan, airnya sangat jernih mengalir di-sela2 pohon besar
maupun semak2, tempat yang bagus sekali untuk yang hobby foto.

Ada banyak danau yang mempunyai nama yang eksotis, Panda Lake
yang besar dan airnya agak dalam, Potted Lake dimana didanau itu
banyak pohon2 kerdil/bonsai, Sleeping Dragon Lake dll.

Pejalan kaki bisa dengan mudah dan aman berjalan santai termasuk
menikmati keindahan obyek wisata yang dinamai Pearl Beach Fall :
turun dari bus kami berjalan diatas jembatan kayu itu yang melin-
tasi sungai yang dangkal yang tidak disangka adalah bagian atas/
awal dari air terjun yang lumayan tinggi.
Setelah menyeberang maka tiba disudut atas air terjun, lalu menuruni
tangga sampai kedasar dan bisa melihat air terjun itu dari bagian bawah.

Disuatu tempat bus berhenti dan jauh disebrang danau tampak dinding
tebing yang unik sekali : ada gambar wajah pria disitu !

Hal lain yang menarik dari pengelolaan tempat ini adalah kebersihan
yang tampaknya sangat dijaga.
Selain banyak disediakan WC yang bersih dan gratis, di-mana2 ada
tempat sampah dan di-mana2 pula ada petugas kebersihan.
Kabarnya seluruh pegawainya ada 1000 orang.

Sore hari barulah kami puas keliling2, dan saat meninggalkan gerbang
kawasan terlihat tinggal sedikit pengunjung yang masih ada -
rupanya kami keasyikan sehingga termasuk pengunjung yang terakhir
meninggalkan lembah yang cantik ini.